Live Stream Bandung 132 TV


Dedi Mulyadi Sebut Bulog Membingungkan, Jual Beli Gabah Nggak Bisa

Banyak stok lama Bolog yang tak keluar

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi kembali menyoroti masalah kinerja perusahaan BUMN Bulog. Ia menilai Bulog gagal dalam melakukan dua hal.

Pertama, kata Dedi, Bulog tak memiliki kemampuan menyerap gabah petani sehingga para petani menjual hasil padinya ke tengkulak. Namun seringkali tengkulak tidak semuanya memiliki modal yang cukup.

Baca Juga:

Pertemuan Dedi Mulyadi dengan Dastam, Sahabat Sejak Duduk di SMP

Safari Gemarikan, Dedi Mulyadi Pilih Antar Langsung Ikan Segar Pada Warga



"Banyak tengkulak yang baru bisa membayar setelah penjualan. Sehingga ada titik waktu banyak para petani kecil yang mengalami kekosongan keuangan karena menunggu hasil gabahnya menjadi beras dan laku di pasar," kata Dedi Mulyadi, Rabu (24/3/2021).

Dedi melanjutkan, hal kedua yang gagal dilakukan Bulog adalah tidak maksimalnya menyerap gabah petani.

Menurut Dedi Mulyadi, daya serap Bulog itu rendah karena sering kali membeli beras di bawah tengkulak. Misalnya, tengkulak membeli gabah dari petani Rp 4.200 per kilogram, sedangkan Bulog hanya Rp 3.800 per kilogram. Hal itu karena memang Bulog memiliki kehati-hatian dalam membeli gabah.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Dedi Mulyadi Komisi IV DPR RI Bulog Gabah Stok Bulog Beras Bulog

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi