Live Stream Bandung 132 TV


Soal Larangan Mudik, Satgas Covid-19 Sebut Ada Beberapa Orang Yang Dikecualikan

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberlakukan beberapa pengecualian terkait larangan mudik selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri untuk aparatur sipil negara (ASN), pegawai formal dan pekerja informal serta masyarakat yang memerlukan surat izin perjalanan.

"Pemerintah mencoba belajar dari pengalaman dan berusaha merancang kebijakan dengan prinsip utama keselamatan dan kesehatan masyarakat oleh karena itu ditetapkan adanya peniadaan mobilitas mudik sementara yang berlaku 6-17 Mei 2021," kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito seperti dilansir dari laman Antara, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga:

Gebyar HUT ke-60, Bank Bjb Banjiri Promo 60% Di 400 Merchant

Bank Bjb Komitmen Bantu BUMDes, Miliki Fasilitas Transaksi Digital



Ketentuan larangan mudik itu telah ditetapkan lewat Surat Edaran Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Pengecualian diberikan untuk layanan distribusi logistik dan keperluan mendesak seperti untuk bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan sakit atau duka, dan pelayanan ibu hamil dengan pendamping maksimal satu orang serta pelayanan ibu bersalin dengan pendamping maksimal dua orang.

Namun, terdapat persyaratan agar pihak yang dikecualikan bisa melakukan perjalanan yaitu surat izin dari pimpinan instansi pekerjaan dengan khusus untuk ASN, pegawai BUMN dan BUMD, TNI dan Polri memerlukan tanda tangan dari pejabat setingkat eselon II.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Larangan Mudik Satgas Covid-19 Pengecualian Larangan Mudik Ramadhan Idul Fitri Jabarnews

berita terkait

Polisi Ungkap Kenapa Bisa Rombongan Pemudik Lolos di Karawang

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi