Live Stream Bandung 132 TV


Waduh! Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Bandung Meningkat

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Irma Nuryani. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Irma Nuryani mengatakan, saat ini angka kekerasan di tengah keluarga berpotensi mengalami peningkatan. Lantaran secara tidak langsung ikut terdampak pandemi Covid-19.

Dia mencatat, pada tahun 2020 laporan kekerasan tak kurang dari 300-an kasus. Di tahun 2021 ini, P2TP2A sudah menerima 125 laporan kekerasan keluarga yang terdata sejak Januari hingga Maret.

Baca Juga:

Satu Wisatawan Tenggelam di Pantai Selatan Garut Ditemukan Menunggal Dunia

Siaga dari Banjir Luapan Kali Sadang, 1.500 Keluarga di Bekasi Waspada



Terdiri dari kekerasan terhadap istri (45 kasus), terhadap anak (45 Kasus), terhadap perempuan (15 kasus), terhadap pria (1 kasus), kekerasan dalam keluarga (9 kasus), dalam berpacaran (1 kasus), dan 9 kasus kekerasan lainnya.

“Memang banyak faktor penyebab kekerasan. Bisa dari ekonomi, psikologi atau faktor lainnya. Sekarang ini juga mungkin dalam pandemi sering bertemu faktor ekonomi. Mungkin banyak yang tidak bekerja. Sama-sama di rumah tapi kesadaran berkurang, jadinya emosi,” kata Irma di Taman Dewi Sartika Bandung, Kamis (15/4/2021).

Di sisi lain, Irma bersyukur masyarakat sudah semakin terbuka untuk melaporkan tindak kekerasan di tengah keluarga. Sehingga, apabila menemukan kasus kekerasan bisa segera melapor ke P2TP2A Kota Bandung, di Jalan Ibrahim Adjie.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Kekerasan Perempuan dan Anak Kota Bandung DP3A Kota Bandung Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Volume Sampah di Cianjur Meningkat, Bertambah 210 Ton Per Hari

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi