Live Stream Bandung 132 TV


Polemik Perseteruan Vaksin Nusantara, Permainan Mafia atau Elit Politik?

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto: Net).

JABARNEWS | BANDUNG - Produksi vaksin Nusantara buatan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi kontroversi dan perdebatan. Di satu sisi, vaksin tersebut didukung para tokoh hingga mantan menteri pun mengajukan diri menjadi relawan uji klinis.

Di sisi lain, vaksin yang disebut telah dikembangkan di Amerika Serikat menuai penolakan karena disebut diproyeksikan menjadi barang eksklusif. Terkait vaksin Sinovac maupun Nusantara tidak jauh berbeda karena ada keterkaitan pihak asing.

Baca Juga:

DPRD Jabar Kembali Ingatkan Masyarakat Jangan Mudik

Israel Serang Kembali Warga, DPR RI Minta Pemerintah Dukung Upaya Kemerdekaan Palestina



Anggota DPR RI dari fraksi NasDem Muhammad Farhan menilai, DPR berencana membuat Pansus membahas ketersediaan vaksin impor. Menurutnya, dinamika vaksin terjadi tidak terjadi pada tataran lembaga, melainkan elit politik.

"Sekarang sedang dibahas wacana pembentukan Pansus vaksin impor. Saya sendiri tidak anti vaksin impor, tapi saya perlu menetapkan posisi: Vaksin dari pemerintah (Sinovac) untuk rakyat, Vaksin Nusantara tidak untuk semua orang," kata Farhan dalam keterangan persnya, Senin (19/4/2021).

Bahkan, Farhan menilai, perdebatan Komisi IX DPR dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perihal vaksin Nusantara, karena ada sentimen negatif kepada pemerintah.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Vaksin Nusantara Mafia Vaksin Elit Politik Muhammad Farhan DPR RI Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Purwakarta Baru 27 Persen

Heboh! Ada Hantu Sosialisasikan Larangan Mudik di Tasikmalaya

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi