Live Stream Bandung 132 TV


Sikap Pemimpin di Saat Masa Krisis

Ilustrasi, (Foto: Istimewa)

Penulis: Hana Fitri Wulandari (Mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Ilmu Administrasi Negara)

Negara sebagai suatu organisasi atau badan tertinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur terlebih dengan kepentingan masyarakat luas. Sebagai suatu organisasi, negara akan mengalami dorongan dari pihak internal maupun eksternal untuk berubah sesuai keadaan lingkungan. Menurut John P. Kotter terdapat empat faktor utama yang memaksa organisasi untuk berubah, yakni perubahan teknologi, integrasi ekonomi internasional, kemajuan pasar pada negara-negara maju, dan runtuhnya pemerintahan komunis dan sosialis. Perubahan merupakan sesuatu yang tak terhindarkan dalam organisasi, sehingga organisasi harus berubah atau berinovasi sesuai keadaan lingkungan jika organisasi ingin tetap bertahan.

Baca Juga:

Nasabah Diajak Ikut Berkreasi Pada Platform Medsos Di Challenge Festival Bjb

PWI Mengetuk Pintu Langit, M.Nuh: Ikhtiar Spiritual Luar Biasa Melawan Covid-19



Pemimpin dalam organisasi sebagai pemberi arah atau penggerak organisasi agar mencapai tujuan dari adanya organisasi. Kepemimpinan adalah proses memberi arti atau pengarahan yang berarti terhadap usaha kolektif dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan suatu usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran (Jacobs & Jacques, 1990 dalam Yukl 1994:2). Sifat yang dimiliki oleh seorang pemimpin organisasi baik formal dan informal dapat mempengaruhi dan menggerakkan seluruh anggota dan lingkungan organisasi. Mempengaruhi orang lain adalah hal penting dari kepemimpinan baik dalam keadaan baik atau buruh, hal ini dikarenakan kekuatan pengaruh akan menjadi keterampilan kepemimpinan yang akan membedakannya dengan individu lain. Ketika keadaan krisis terjadi disinilah kemampuan pemimpin akan terlihat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Prewitt dan Weil (2014) menjelaskan bahwa krisis berawal dari nilai, keyakinan, budaya, atau perilaku organisasi yang menjadi tidak selaras dengan lingkungan tempat organisasi beroperasi. Sehingga seorang pemimpin yang mampu membaca terjadinya krisis akan memahami urgensi yang ditimbulkan oleh situasi tersebut, dan dapat mengurangi potensi bahaya dan memanfaatkan sebagai peluang yang dihasilkan. Beberapa potensi krisis yang dapat dihadapi antara lain terorisme domestik, serangan siber, kejahatan kerah putih, dan peristiwa bencana lainnya. Krisis dapat terjadi secara rutin dan krisis baru. Keadaan krisis yang terjadi secara rutin adalah risiko yang diketahui organisasi dimana dapat merencanakan dan mengembangkan prosedur untuk mengatasi krisis organisasi. Sedangkan krisis baru adalah risiko yang menunjukkan dampak yang tidak biasa, dan biasanya organisasi tidak memiliki rencana untuk mengatasinya sehingga dapat menjadi tantangan bagi pemimpin dalam pengambilan keputusan dan pemikiran strategis yang diambil untuk mengatasi krisis. Oleh karena itu sikap pemimpin dalam masa krisis sangat menentukan apakah organisasi dapat menghadapi masa krisis atau tidak. Jadi bagaimana sikap pemimpin di saat masa krisis?

Membuat Keputusan Dengan Hati-Hati
Halaman selanjutnya 1 2 3 4 5
Tags : Pandemi Covid-19 Virus Corona Pemimpin Komunikasi Pemimpin Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi