Live Stream Bandung 132 TV


Margaret Thatcher, Pemimpin Perempuan Kontroversial di Inggris, Dicintai Sekaligus Dibenci

Margaret Thatcher, perdana menteri Inggris perempuan pertama dan satu-satunya yang menjabat hingga hampir tiga periode kepemimpinan, dari tahun 1979-1990. (Foto: Wikipedia)

Penulis: Anya Putri (Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Banyak kalangan berpendapat bahwa seorang perempuan bukan sosok yang cocok untuk memimpin negara. Perempuan dianggap terlalu emosional yang berarti cenderung mengedepankan perasaan ketimbang akal dalam mengambil keputusan.

Baca Juga:

Nasabah Diajak Ikut Berkreasi Pada Platform Medsos Di Challenge Festival Bjb

PWI Mengetuk Pintu Langit, M.Nuh: Ikhtiar Spiritual Luar Biasa Melawan Covid-19



Masyarakat pun masih skeptis, menyangsikan kepiawaian perempuan dalam memimpin situasi kritis. Bahkan kaum hawa dianggap tidak mampu memimpin dalam kondisi negara yang genting. Negara demokrasi semaju Amerika Serikat pun belum pernah mencetak presiden perempuan dalam sejarah mereka.

Meski demikian, nyatanya pernah lahir seorang perempuan yang menjadi pemimpin negara Inggris dengan julukan “Iron Lady”, saking keras kepala dan memiliki sikap yang tidak mau berkompromi dengan prinsip.

Adalah Margaret Thatcher, perdana menteri Inggris perempuan pertama dan satu-satunya yang menjabat hingga hampir tiga periode kepemimpinan, dari tahun 1979-1990. Jurnalis Uni Soviet (sekarang Rusia) menjulukinya Iron Lady karena sikapnya yang keras menentang komunisme.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Tags : Margaret Thatcher Pemimpin Perempuan Kontroversial Inggris Pemimpin Dicintai Pemimpin Dibenci Jabarnews berita Jawa barat berita Terkini

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi