Live Stream Bandung 132 TV


Peribahasa Sunda Dan Pendidikan Karakter

Ilustrasi (Foto: Hops.id)

Penulis: Bram Herdiana (Guru SMK Pariwisata Telkom Bandung)

Pernyataan dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bahwa dasar peluncuran program Jabar Masagi karena adanya keprihatinan dan kekhawatiran meluasnya dampak negatif arus informasi sehingga berpengaruh terhadap moralitas dan perilaku generasi muda khususnya kalangan pelajar. Implementasi program Jabar Masagi yang diambil dari nilai budaya adalah Surti (memahami), Harti (mengetahui), Bukti (mempraktekan), dan Bakti (mengamalkan) dalam kehidupan sehari-hari. Program Jabar Masagi nantinya diterjemahkan dalam program di sekolah-sekolah SMA, SMK dan SLB melalui program di luar kurikulum.

Baca Juga:

Nasabah Diajak Ikut Berkreasi Pada Platform Medsos Di Challenge Festival Bjb

PWI Mengetuk Pintu Langit, M.Nuh: Ikhtiar Spiritual Luar Biasa Melawan Covid-19



Menyikapi hal tersebut di atas, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat kemudian mengeluarkan Kurikulum Masagi yaitu kurikulum yang merupakan implementasi Kurikulum Nasional berbasis karakter dan based learning dengan kearifan lokal Jawa Barat. Kadisdik Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, Kurikulum Masagi bertujuan menjembatani kebutuhan pembelajaran peserta didik di bidang akademis dan life skill. Sehingga, Kurikulum Masagi ini memberikan fleksibilitas antara Kurikulum Nasional dan Daerah. Fleksibilitas tersebut juga akan memudahkan pembelajaran di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini. Kurikulum Masagi diimplementasikan melalui model pembelajaran Problem Based Learning, Project Based Learning dan Kearifan lokal Budaya Jawa Barat. Implementasi Kurikulum Masagi tersebut dimaksudkan untuk memberi pengalaman pembelajaran berbasis aktivitas pada semua satuan pendidikan pada jenjang pendidikan SMA, SMK, dan SLB. Pembelajaran proyek dengan siklus belajar empat Niti, yaitu Niti Surti, Niti Harti, Niti Bukti dan Niti Bakti.

Menurut bahasa, kearifan lokal terdiri dari dua kata, yaitu kearifan dan lokal. Di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kearifan artinya bijaksana, sedangkan lokal artinya setempat. Dengan demikian pengertian kearifan lokal menurut tinjauan bahasa merupakan gagasan-gagasan atau nilai-nilai setempat atau lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik yang mengajarkan tentang bagaimana ‘membaca’ potensi alam dan menuliskannya kembali sebagai tradisi yang diterima secara universal oleh masyarakat, khususnya dalam berarsitektur. Nilai tradisi untuk menselaraskan kehidupan manusia dengan cara menghargai, memelihara dan melestarikan alam lingkungan.

Tujuan dari Program Jabar Masagi merupakan pendidikan karakter yang berdasarkan pada pendidikan budi pekerti dan moral. Pendidikan ini berdampak pada peningkatan akhlak dalam menjalani kehidupan sosial dan mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Perkembangan zaman yang kini sudah mulai serba digital, berdampak besar pada perilaku masyarakat, khususnya murid-murid di dunia maya atau dunia sehari-hari. Untuk pelaksanaan program tersebut maka harus ada upaya agar tujuan pembentukan karakter murid-murid terbentuk sehingga menjadi generasi yang berbudi pekerti yang baik maka salah satunya cara, para guru bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menggunakan materi pelajaran berupa peribahasa-peribahasa Sunda atau paribasa Sunda yang memiliki nilai-nilai budi pekerti atau moral yang baik bagi pembentukan karakter murid-murid.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Bahasa Sunda Pendidikan Karakter Kearifan Lokal Bahasa Jawa Barat Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini?

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi