Inilah Cerita Soal Tanjakan Penganten di Garut

JABAR NEWS | KAB. GARUT – Tanjakan Penganten di Kabupaten Garut adalah sebuah jalan yang punya tanjakan yang sering menelan korban akibat kecelakaan dilokasi tersebut.
Menurut keterangan Asep (30) salah satu warga asli sekitar, Tanjakan Panganten (Pengantin) tersebut terletak di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan, Kampung Cisandaan, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan, Garut sekitar 50 kilometer dari pusat kota Garut.
"Disebut Tanjakan Penganten karena jalan ini terletak di sebuah tebing. Jalan yang terus menanjak dengan panjang sekitar 700 meter tersebut menyimpan cerita mistis sering terjadinya kecelakaan yang menyebabkan pengantin menjadi korban," Asep di sekitar lokasi, Selasa (07/11/2017).
Asep menceritakan pada tahun 2013 lalu, ada rombongan pengantin yang mengalami kecelakaan di wilayah tersebut. Akibatnya sepasang pengantin mengalami luka berat.
"Kalau gak salah rombongan pengantin berasal dari Banyumas. Itu sopir busnya meninggal, pengantinnya pada luka parah terus ada belasan orang juga yang cedera," kenangnya.
Menurut cerita orang tua yang berkembang di lingkungan warga setempat, untuk menghindari kecelakaan, pasangan pengantin yang akan melewati jalan ini harus turun terlebih dahulu dari kendaraan dan melewati Tanjakan Panganten dengan berjalan kaki.
"Pengantin naik kendaraan lagi kalau udah lewat tanjakan. Ini kecelakaan yang melibatkan pengantin bukan sekali dua kali tapi sudah sering," ungkapnya.
Seperti dilihat gejadian pada Minggu (05/11/2017) lalu, lokasi Tanjakan Panganten ini memang sangat curam. Terdapat jurang di samping kiri dan tebing setinggi ratusan meter di sebelah kanan jalan.
Bukan hanya itu, lokasi ini juga sering turun kabut terutama saat musim penghujan. Jika melalui jalur ini pada malam hari sangat berbahaya karena penerangan jalan di jalur ini masih minim.
Sementara itu Kasatlantas Polres Garut AKP Erik Bangun saat ditemui, Selasa (07/11/2017) menjelaskan jalur tersebut memiliki kontur yang cukup berbahaya. Apalagi kalau pengemudi baru yang melintas belum pernah lewat daerah sana.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas dan selalu menggunakan gigi rendah. Perhatikan juga kecepatan kendaraannya," ujarnya. (Yud)
Jabar News | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait