Warga Khawatir Akan Pergerakan Tanah Pasca Gempa

JABAR NEWS | TASIKMALAYA - Terjadinya pergerakan tanah di 3 Dusun di Kabupaten Ciamis, membuat dua puluh delapan rumah warga rusak. Akibat kejadian tersebut, puluhan kepala keluarga yang menempati rumah di Dusun Ciakar, Dusun Ciawitali, Dusun Karanganyar, di Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar tersebut terancam keselamatan jiwanya.
Kekhawatiran warga karena pergerakan tanah akan terus meluas dan bencana tersebut bisa terjadi kapan saja.
Kepala Desa Pasawahan, Jajang Jaelani menuturkan pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan, selain merusak bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah, mushola, dan infrastruktur Jalan.
"Kini bencana tersebut merusak sedikitnya 28 rumah warga mengalami kerusakan, dari mulai kerusakan ringan, sedang, berat, hingga tidak bisa ditempati dan dihuni oleh pemiliknya," tuturnya, dilansir dari laman wartapriangan.com, Selasa (07/11/2017).
Untuk kerusakan dan kerugian, yang ditimbulkan oleh bencana tersebut, pihaknya terus melakukan pendataan, dan melaporkan kepada pihak-pihak terkait, agar secepatnya bisa dilakukan penanganan.
Pergerakan tanah yang terjadi diwilayah Desa Pasawahan sudah terjadi sejak dua minggu terakhir sejak terjadi gempa bumi Tasikmalaya, pada tanggal 23 Oktober lalu. Kondisi tersebut diperparah dengan hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir ini.
"Kita imbau kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah, agar selalu berhati-hati dan waspada. Dikhawatirkan pergerakan tanah semakin meluas dan dapat mengancam keselamatan jiwa para penghuni rumah," ucap Jajang.
Jajang menambahkan akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi diwilayah tersebut, warga masyarakat baru mendapatkan bantuan dari pihak BPBD Kabupaten Ciamis, berupa paket sembako, dan keperluan sehari-hari. Warga berharap, adanya bantuan dana dari Pemerintah, untuk merelokasi dan merenovasi rumah yang rusak.
"Warga berharap secepatnya ada langkah penanganan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah," harapnya.
Sementara itu salah seorang warga yang rumahnya rusak, Nuryani (30), mengungkapkan pergerakan tanah yang terjadi di desanya, menyebabkan rumah miliknya mengalami keretakan cukup parah di bagian dapur, kamar mandi dan kamar tidur. Bahkan genting rumah juga sudah banyak yang berjatuhan ke tanah.
"Alhasil kondisi retakan setiap harinya terus bertambah, retakan dinding merembet hingga ke beberapa bagian rumahnya. Bertambahnya jumlah kerusakan yang terjadi, membuat seluruh anggota keluarga panik dan khawatir," ucapnya. (*)
Jabar News | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait