Live Stream Bandung 132 TV


Rotasi dan Mutasi ASN Pemkab Bekasi Kental Unsur Politik

JABAR NEWS | KABUPATEN BEKASI – Apabila melihat dari proses mutasi ASN Pemkab Bekasi yang pertama dan kedua tidak bisa dilepaskan dari dinamika pilkada 2017 yang telah usai. Di mana bupati yang mencalonkan dengan wakil bupati memiliki kepentingan politik yang berbeda.

hal tersebut diungkapkan Harun Alrasyid, pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Islam ’45 (Unisma) Bekasi yang menanggapi soal rotasi besar-besaran sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan yang menimbulkan gejolak pada ASN di Pemkab Bekasi hingga saat ini, saat di hubungi via telephone, Senin (06/03/2017).



Seperti diketahui, dua rotasi dan mutasi pejabat dalam jumlah besar terjadi di Kabupaten Bekasi hanya dalam rentang waktu dua bulan. Pada Januari lalu, Plt. Rohim Mintareja yang mengisi posisi Neneng yang sedang cuti Pilkada merotasi 1.048 ASN. Kemudian, Jumat (3/3/2017), Neneng melakukan hal serupa dengan merotasi 749 ASN.

Rotasi ini pun memunculkan persoalan, terutama mereka yang akhirnya diturunkan kembali jabatannya. Untuk diketahui, pada Pilkada 2017 lalu, Bupati Neneng dan Wakilnya Rohim berada pada kubu yang berbeda. Neneng kembali maju sebagai calon bupati, sedangkan partai yang dipimpin Rohim mengusung calon yang berbeda.

β€œIni sudah tidak bisa dihindarkan lagi, karena memang kepentingan politiknya begitu kental. Keputusan dua rotasi ini imbas dari dinamika pilkada. Kalau tidak ada perbedaan pada kepentingan politik kan sebetulnya bisa dikominukikasikan, lebih baik. Ini tidak bisa dihindarkan dari Pilkada, namun jangan sampai jadi berkelanjutan,” lanjut Harun.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags :

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi