bjb

Kiprah Musang Bandung Community Di Kota Kembang

JABARNEWS | BANDUNG - Bagi pecinta, peternak, pedagang, dan pengusaha yang kerap terkait dengan musang, nama Musang Bandung Community (MBC) pasti tak asing lagi. Komunitas yang dibentuk pada 27 April 2012 ini menjadi wadah berkumpulnya pecinta dan penggemar musang.
Ide untuk membuat komunitas muncul saat dilakukan pertemuan di kediaman Ketua Pertama MBC, Arya Yuda, di kawasan Holis, Bandung. Pertemuan itu diawali komunikasi melalui lewat media sosial Facebook yaitu Grup Musang Lovers dan Musang Lovers Indonesia yang didirikan pada Februari 2012.
Selain Arya, yang hadir saat itu antara lain Mamad Muhammad (BB), Iyan, Choki, Suhed , QQ Acong, Agus Dudi, dan Fahmi.
Setelah pertemuan di kawasan Holis, digelar gathering pecinta musang Bandung yang pertama, di rumah salah satu pecinta musang, Ferry, di Jatinangor, Kab. Sumedang,
pada 27 Mei 2012.
“Dalam pertemuan itu disepakati untuk membentuk MBC. Namun, sebelumnya sempat dipilih nama Pecinta Musang Bandung. Setelah mendengar usulan dari salah satu peserta gathering, Kang Firman, dipilihlah nama MBC. Alasannya, dengan nama MBC, semua yang terkait dengan musang, mulai pecinta, peternak, pedagang , hingga pengusaha terwadahi dalam komunitas ini,” kata Koordinator MBC, Alfian Fathurahman, saat gathering diTaman Manula, Jln. Diponegoro, Bandung, baru-baru ini.
Ditambahkan Alfian, sejak berdiri pada 2012, jumlah anggota MBC bertambah terus. Saat pertama berdiri pada 2012, jumlah anggota MBC yang tergabung dalam media sosial sebanyak 200 orang dan anggota aktif 20 orang. Lalu, pada 2013-2014, anggota MBC di media sosial membeludak hingga 1.600 orang dan anggota aktif 50 orang.
“Pada tahun 2015 ini anggota MBC di media sosial mencapai 2.500 orang dan anggota aktif 100 orang. Untuk Ketua MBC sendiri, setelah ketua pertama dijabat Kang Arya, selanjutnya pada 2013 Kang BB dipercaya menakhodai komunitas ini. Dan pada tahun 2014, MBC diketuai Kang Yan Yan,” imbuh Alfian, sembari menyebutkan, untuk Sekretariat MBC berlokasi di Jln. Moh. Toha. Komp. PLN Cigereleng, No. 102 C Bandung.
Salah satu anggota MBC, Widaningsih (47), mengatakan, jalinan silaturahmi anggota komunitas itu sangat kuat.
"Jika ada anggota yang membutuhkan bantuan darurat, anggota lainnya siap sedia memberikan bantuan. Itulah yang menjadi daya tarik saya bergabung di komunitas ini," ujarnya.
Anggota MBC lainnya, Panda (28), menuturkan, di MBC, dia bisa berbagi ilmu dengan anggota lainnya tentang cara memelihara musang yang baik.
"Yang lebih penting lagi, minat saya untuk 'bersahabat' dengan musang dapat lebih terakomodasi melalui komunitas ini," terangnya.
Jamin Kesehatan
Pembina MBC yang juga Owner Kopi Luwak Cikole, Sugeng Pujiono, mengatakan, untuk menjamin kesehatan musang, MBC bekerja sama dengan RS Hewan Provinsi Jawa Barat.
“Anggota MBC wajib memvaksin musang peliharaannya. Setelah divaksin, kekhawatiran adanya virus berbahaya (rabies) dalam tubuh musang bisa dicegah sejak dini. Dengan begitu, kesehatan musang sebagai hewan peliharaan jadi terjamin,” kata lulusan Kedokteran Hewan Universitas Airlangga itu.
Penasehat MBC, Agus Rahman, menuturkan, MBC terus menyosialisasikan amannya memelihara musang kepada masyarakat.
“Selain digelar di Kota Bandung, di luar kota pun kami pernah menggelar acara serupa. Salah satunya yang digelar di Bandung Selatan, melalui kerja sama antara Ciwidey Luwak Cofee, MBC, dan Kombas (Komunitas Musang Bandung Selatan),” sebut Owner Ciwidey Luwak Cofee itu. (Des)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait