Sosialisasi Pilar Kebangsaan Rambah Desa

JABARNEWS | PURWAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia), di Desa Ciparungsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Senin (18/2/2018).
Putih Sari mengatakan, empat pilar kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan pada seluruh generasi bangsa Indonesia.
“Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, di samping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar wakil rakyat dari Partai Gerindra itu.
Dia mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa.
Dalam kesempatan itu, wanita yang juga bendahara Fraksi Partai Gerindra tersebut juga memberi pesan dalam memahami dan menyikapi persoalan-persoalan kebangsaan, tentang kebhinekaan serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam kebhinekaan.
“Kita menyadari bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain”, ujarnya.
Bhinneka Tunggal Ika, lanjut dia, dalam kehidupan berbangsa dan negara harus menjadi anugrah yang harus terus dijaga. Jadi, generasi muda harus memahami betul empat pilar kebangsaan agar bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita tidak boleh membeda-bedakan. Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks NKRI. Tidak boleh saling hujat. Jika itu terjadi di negara ini, bisa bubar. Apalagi tidak ada negara dengan kebhinekaan seperti di Indonesia. Karena itu, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” kata dia berharap.
Kepala Desa Ciparungsari, Aep Syarip Hidayat, mengatakan, pemahaman empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari telah dipraktekan leluhur kita.
Hanya saja dalam proses perkembangannya kita kemudian ‎terkontaminasi pengaruh dari luar.
"Padahal yang nama pengaruh luar atau budaya luar, misalnya seperti baju orang lain yang saat kita pakai kita belum tentu nyaman, belum tentu pas ukurannya," ujarnya.
Sosialisasi empat pilar sendiri dihadiri lebih dari 150 peserta yang di antaranya terdiri dari masyarakat sekitar.
Sosialisi empat pilar ‎bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan motivasi tinggi terhadap kebangsaan. (Gin)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait