Banjir Rendam Adipura, Dinas PU Sebut Sulit Pantau Tanggul

JABARNEWS | BANDUNG - Kejadian tanggul jebol yang menyebabkan 1800 rumah di Adipura, Kel. Rancabolang, Kec. Gedebage terendam air, jadi perhatian bagi Pemkot Bandung. Pasalnya, selama ini Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum melakukan penyisiran tanggul mana saja yang mengalami kerusakan guna antisipasi jebol.
Sayangnya upaya penyisiran itu diakui kepala DPU Arief Prasetya, terkendala. Pihaknya sulit memantau tanggul, karena tanggul yang berada di pemukiman padat malah dijadikan pondasi rumah. Sehingga DPU sulit mendata berapa jumlah tanggul yang ada dan sulit memantau kondisi ataupun usai tanggul tersebut.
"Kami belum bisa menghitung panjang dan keadaan yang rawan jebolnya karena kebanyakan yang di tempat perumahan padat malah dijadikan pondasi rumah jadi susah untuk me monitornya," jelas Arief, saat dihubungi Sabtu (24/2/2018).
Diketahui, panjang sungai yang melintasi Kota Bandung sekitar 256 KM. Terdiri dari 46 anak sungai dan satu sungai besar Cikapundung.
Arief mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan kirmir sungai sebagai pondasi bangunan. Gunakan bibir sungai sebagai jalan inspeksi sebagai perawatan sungai.
Sementara itu soal tanggul jebol di perumahan Adipura, Kec. Gedebage, menurut Arief, karena kirmir penahan air tidak kuat menahan derasnya aliran air sungai tersebut dan umur bangunan kirmir sudah cukup lama.
"Tidak ketahui umur tanggul tersebut, tetapi di beberapa lokasi memang sudah terlihat keropos & kondisi saat ini sudah normal kembali," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, diduga akibat tanggul jebol di Perumahan Adipura, 1800 rumah dari 3 RW yakni RW 08 (cluster Palem), 09 (Pinus), dan 10 (Tulip) terendam air hingga ketinggian lutut orang dewasa.
Data yang diperoleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung korban terendam air itu yakni warga di cluster Palem, terdiri dari 5 RT sekitar 250 kepala keluarga (KK) dihuni sekitar 800 jiwa. Di cluster Pinus terdiri dari 5 RT sekitar 250 KK, dihuni sekitar 700 Jiwa. Dan di cluster Tulip terdiri dari 5 RT sekitar 300 KK, dihuni 900 Jiwa.
Salah seorang petugas keamanan Perumahan Adipura, Amang, mengatakan, tanggul jebol terjadi Jumat (23/2/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Kala itu warga mengira tanggul sudah diperbaiki namun ternyata hingga malam hari masih rusak. Sehingga, air dari sungai Cinambo tumpah ke perumahan dan seketika itu juga warga melapor ke Diskar PB.
"Tanggul itu berumur 4 tahun, ya masih baru. Warga mengira sudah ada yang memperbaiki," jelas Amang. (Vie)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait