Terhimpit Faktor Ekonomi, 2 Anak Aa Suparman Direlakan Diadopsi Orang Lain

JABAR NEWS | PURWAKARTA- Pasangan suami istri Aa Suparman (51) dan Siti Fatimah (41) harus merelakan 2 anaknya yang masih berusia 1 dan 2 tahun bernama Prasetyo dan Midori untuk diadopsi orang lain karena faktor ekonomi yang mereka alami selama ini.
Pasangan suami istri yang tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil di areal pemakaman umum, Kampung Malang Nengah Wetan Rt 11 Rw 10 Kelurahan Nagri Tengah Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat ini harus mengambil jalan tersebut, pasalnya mereka telah dianugrahi anak sebanyak 12 orang sehingga 2 diantar ya harus rela diadopsi orang lain.
“Iya om, kami memiliki anak sebanyak 12 orang dan saat ini istri saya sedang hamil lagi anak yang ke 13,” kata Aa Suparman saat ditemui, Jum’at (05/05/2017).
Aa Suparman mengaku hal tersebut harus Ia lakukan karena takut dengan penghasilan yang sangat minim, Ia tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan semua anak-anaknya kendati hal tersebut membuat ia dan istrinya merasa sangat sedih.
“Saya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan rata-rata Rp 20 Ribu sampai 30 Ribu per hari dan itu digunakan untuk keperluan biaya makan sehari-hari,” ujar Aa Suparman saat berkumpul bersama keluarganya di rumah kontrakan.
Di rumah kontrakan kecil yang hanya memiliki satu kamar, Aa Suparman dan istrinya Siti Fatimah, saat ini tinggal bersama 10 anaknya yang masih tersisa, termasuk calon anak yang masih di dalam kandungan dengan usia kandungan Siti Fatimah telah menginjak 8 Bulan, terpaksa harus berdesakan dan berbagi tempat duduk di atas kasur lantai.
Sementara itu Siti Fatimah mengungkapkan, banyaknya anak yang telah dilahirkannya, bukan berarti dirinya tidak pernah mencoba memasang alat kontrasepsi KB.
Tetapi ketidak cocokan alat kontrasepsi yang pernah di pasangnya, usai melahirkan anak pertamanya yang kini telah berusia 25 Tahun, membuat Siti Fatimah enggan memasang lagi alat kontrasepsi, untuk mencegah semakin banyaknya anak yang dilahirkannya.
“Pernah kita program KB tapi imbasnya malah rusak ke wajah dan badan jadi kurus. Akhirnya sampai sekarang sudah tidak pake KB lagi” ungkap Ibu rumah tangga yang di karuniai 13 anak ini.
Sepertinya pepatah dulu yang mengatakan “Banyak Anak Banyak Rizki” tidak berlaku bagi Aa Suparman dan istrinya, hingga mereka harus merelakan 2 buah hatinya untuk diadopsi orang lain karena faktor ekonomi yang tak kunjung baik.
Kendati demikian, terlihat ketegaran dan ketabahan Aa Suparman dan istrinya, Untuk bisa tetap menyambung hidup anak-anaknya dan tetap berusaha, dengan harapan suatu saat kehidupan mereka bisa berubah menjadi lebih baik. (Zal)
Jabar News | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait