Warga Berharap Pemkab Subang Perbaiki Jalan

JABARNEWS | SUBANG - Warga Kabupaten Subang menaruh harapan besar kepada pemerintah agar infrastruktur didaerahnya segara dibenahi. Pasalnya, dibeberapa ruas jalan julukan kabupaten nanas itu, kondisinya rusak. Salah satunya di Kampung Bunihayu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Subang rusak parah dan kerap kali tergenang.
Menurut Ade (23), warga setempat mengatakan, ada beberapa titik jalan di Kampung Bunihayu dan Kampung Cicariu yang kondisinya rusak parah dan kerap digenangin air hujan.
"Jalan disini rusaknya sudah terlalu parah. Ada salah satu jalan, walaupun tidak turun hujan tetap saja masih terendam air," kata Ade kepada Jabarnews, Jumat (9/3/2018).
Akibat jalan rusak, membuat pengendara harus waspada dan berhati - hati saat melintas. Itu karena kalau tidak, pengendara bisa terjatuh dari kendaraannya.
Senada dengan Ade, Nana (40), salah seorang pengendara mengatakan, jalan yang ia lewati dalam kondisi rusak parah. Padahal jalan itu salah satu akses keluar masuk ke desa Bunihayu. Malah kata Nana, masih ada beberapa titik ruas jalan yang kerusakannya lebih parah. Ditambah, genangan air selepas hujan beberapa waktu lalu membuat kondisi jalan bertambah rusak.
"Kami meminta pihak terkait melakukan perbaikkan, karena jalan ini sebagai roda penggerak perekonomian masyarakat yang ada disini,” ujarnya.
Warga lainnya, Yayat (35) warga Kp Cicariu, turut mengeluhkan rusaknya jalan itu. Kata Yayat jalan makin rusak karena sering dilintasi truk pasir.
"Setiap hari jalan ini dilewati ratusan truk besar bermuatan pasir. Dulu jalan ini paling bagus diantara desa lainnya, kualitasnya hot mix,  tapi sekarang kondisinya paling rusak ," katanya.
Yayat berharap agar truk besar tidak melewati jalan itu lagi. Karena perbaikan yang sudah dilakukan bakal percuma bila truk besar tetap melewati jalan tersebut.
"Diperbaiki juga percuma, kalau truk besar masih melintas disini pastinya cepat rusak lagi. Apa lagi kondisinya sudah sangat parah," keluhnya.
Sementara itu Camat Jalancagak Wahyu Suryana membenarkan kerusakan jalan tersebut yang seharusnya diperuntukan bagi pengendara roda dua ataupun roda empat yang maksimal bertonase dua ton.Namun Wahyu mengaku tak berwenang menegur para pengemudi truk itu agar tidak melintas, itu karena kewenangannya Pemkab Subang.
"Kalau dilintasi truk yang muatannya lebih dari itu sudah pasti jalan akan rusak lagi," kata Wahyu.(Mar).
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait