Jalan Provinsi Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan

JABARNEWS | SUBANG - Pengendara roda dua dan empat yang melintasi jalan provinsi Subang - Sumedang, tepatnya di Kecamatan di Desa/Kecamatan Kasomalang, Subang, hendaknya berhati-hati, terutama pada malam hari.
Selain padat kendaraan, terutama truk-truk besar, kondisi jalan ini juga dipenuhi lubang yang siap menjebak setiap para pengendara
Pantauan Jabarnews, Sabtu (10/3/ 2018), lubang jalan dengan diameter bervariasi itu bisa menyebabkan ban meletus atau bocor, bahkan pengendara pun bisa terjerembab.
Iwan (27), warga Dusun Karihkil, Desa Kasomalang, mengatakan, kondisi jalan berlubang diperparah dengan kurangnya penerangan. Akibatnya, pengendara sering terjerembab di lokasi tersebut.
"Hampir setiap kali melintas jalan ini, terperosok lubang. Jebakan betmen sangat banyak. Apa lagi kendaraan kendaraan dari luar kota yang melintas dan tidak hapal medan," kata Iwan.
Iwan menambahkan, akibat terperosok jalan berlubang, banyak pengendara yang mengalami pecah ban hingga terjatuh. Itu terutama menimpa kendaraan roda dua.
"Kebanyakan roda dua, karena diameter lubang kadang memanjang. Sehingga, laju kendaraan sulit dikendalikan ketika masuk lubang, dan banyak yang terjatuh," ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Ridwan (45), warga Dusun Karihkil. Menurutnya, kondisi lubang di jalan itu diperparah dengan intesitas hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Subang.
"Bila malam hari, kodisi penerangan kurang serta genangan air akibat curah hujan yang tinggi,menutup permukaan lubang di jalan itu. Terutama bagi pengendara yang tidak hapal dengan kondisi medan akan sangat membahayakan, apalagi arus lalu lintas di kawasan ini padat," ujarnya.
Selain itu, saat ini banyak kendaraan angkutan berat melebihi tonase yang merusak ruas jalan kabupaten ini. Dampak jalan rusak bisa mengundang kecelakaan lalu lintas hingga mengancam keselamatan jiwa para pengendara.
"Banyak sekali truk-truk besar seperti tronton dengan tonase di atas 20 ton, melewati sejumlah ruas jalan kabupaten ini. Padahal kapasitas jalan kabupaten ini hanya bisa dilewati kendaraan angkutan kapasitas 8 ton," ujarnya.
Menurut Ridwan, truk-truk besar yang melebihi tonase, seperti halnya truk pengangkut air mineral, truk pasir, dan truk batu, sering melewati jalan di wilayah Kasomalang dan Jalancagak. Dampaknya, ruas jalan ini kondisinya selau rusak parah.
“Oleh karena itu, Pemkab Subang harus konsisten menindak kendaraan angkutan berat yang melebihi tonase supaya tidak merusak jalan. Pastinya, hal ini sebagai bentuk menegakan Perda. Jika tidak, selamanya ruas jalan kabupaten ini terus rusak seperti ini," pungkasnya. (Mar)
Jabarnews/Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait