bjb

Saatnya Siswa Disiplin Berlalu Lintas

JABARNEWS | BANDUNG - Maraknya pelajar mengendarai kendaraan bermotor tanpa persyaratan memadai dan  pelajar melakukan pelanggaran di ruang publik, kerap membuat resah masyarakat. Untuk menjawab fenomena itu, Dinas Perhubungan (Dihub), Lalu Lintas Polrestabes Bandung, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, bakal menggelar razia sasaran khusus pelajar pekan depan.

Kepala Dishub Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan, program ini kolaborasi multipihak.

"Pilot action dijadwalkan 2 (dua) pekan penuh mulai Senin, 19 Maret 2018 sampai 31 Maret 2018. Sasaran aksi pelajar yang berpotensi melanggar aturan berkendara bermotor," jelas Didi, usai melaksanakan upacara gelar pasukan sebagai persiapan pelaksanaan "Disiplin Dimulai Dari Sekolah", di halaman Kantor Dishub, Leuwi Panjang,
Jumat (16/3/2018).

Lanjutnya, pogram ini merupakan penyadaran kepada orangtua yang permisif, membiarkan anak yang belum waktunya mengemudikan kendaraan bermotor.

Itu dilakukan, ketika disiplin tidak bisa dimulai dari rumah, maka sekolah menjadi harapan yang sanggup memperbaiki kondisi memprihatinkan ini. Tetapi jika sekolah juga tidak mengambil perannya melatih disiplin bagi siswa didik, maka ketidakdisiplinan di ruang publik perlu ditegakkan oleh skema Undang-undang yang berlaku.

"Kami menurunkan dua tim, disebar ke lokasi sasaran pada hari angka ganjil. Pasukan lengkap Dinas Perhubungan dengan Satlantas dan perwakilan Dinas Pendidikan,” ujar Didi.

Detil pelanggaran pada program ini soal disiplin parkir di badan jalan (pengaturan sesuai marka, pelanggaran di bawah rambu larangan parkir, di trotoar, di lahan yang bukan peruntukkan parkir).

Seiring dengan Operasi Keselamatan Lodaya 2018, Satlantas memeriksa kelengkapan dokumen berkendara. Dan pembinaan kepada pelajar dilakukan melalui Disdik.

Masih kata Didi, pengamatan tanggal 12-15 Maret 2018 di sembilan sekolah oleh relawan Budaya Disiplin. Jumlah sepeda motor terparkir di pinggir jalan di kawasan SMKN 2 Bandung sebanyak 365 unit. Dan di SMAN 20 Bandung sejumlah 187 unit.

Kedua sekolah tersebut memiliki lahan parkir namun tidak sanggup menampung kelebihan unit sehingga
pelajar memarkirnya di pinggir jalan.

"Meski di marka yang benar, tidak di trotoar, kami lihat bagaimana pelajar disiplin menggunakan kendaraan bermotor. Kami coba dialog agar pelajar memilih eco transport (bus sekolah, sepeda atau jalan kaki)," lanjut Didi.

"Teknisnya mudah dan menyenangkan. Generasi milenial perlu berdisiplin dan mengubah cara pandang instant dalam hal mobilitas ke sekolah. Tugas kita bersama membantunya mengelola waktu, memberi alternatif lebih sehat, kurangi polusi. Dengan belajar disiplin bersama, setidaknya ikhtiar menjadikan mereka generasi tangguh di masa depan," pungkas Didi. (Vie)

Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi