bjb

Waduh, Data Pengguna Facebook Dibajak

JABARNEWS | NEW YORK - Krisis mendera perusahaan media sosial terbesar di dunia Facebook. Itu dipicu sebanyak 50 juta data pengguna bocor alias dibajak. Data itu digunakan oleh Cambridge Analytica, konsultan politik Donald Trump, untuk kepentingan kampanye Pilpres Amerika Serikat.
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, langsung minta maaf atas kasus itu.
"Kami bertanggung jawab untuk melindungi data Anda. Jika kami tidak bisa, maka kami tidak pantas untuk melayani Anda. Saya telah mencoba memahami dengan tepat apa yang terjadi dan memastikan bagaimana kejadian ini tidak akan terulang lagi," tulis Mark Zuckerberg, dikutip KompasTekno dari NBCNews, Kamis (22/3/2018).
Menurut Zuckerberg, dia telah mengambil langkah antisipatif agar kasus ini tidak terulang.
"Salah satunya yaitu melalui pembatasan akses aplikasi pihak ketiga pada profil pengguna seperti foto maupun alamat e-mail," terangnya.
Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, mengakui kesalahan Facebook dalam melindungi data pengguna.
"Ini adalah pelanggaran besar terhadap kepercayaan masyarakat. Saya sangat menyesal apa yang kami lakukan tidak cukup mampu untuk mengatasinya," ujarnya. (Des)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait