bjb

Anterin Aplikasi Lelang Ojek

JABARNEWS | BANDUNG - Sejak Senin 26 Maret 2018 lalu Uber di Indonesia resmi diakusisi oleh Grab. Sehingga terhitung Senin 9 April 2018 mendatang layanan transportasi berbasis online Uber tidak dapat dinikmati penggunanya lagi.
Sebagai solusi bagi para mitra Uber diberi kesempatan bergabung menjadi driver di transportasi Grab. Namun faktanya di lapangan tak semua driver Uber tertarik berganti seragam ke Grab.
Bagi yang enggan beralih sebagai mitra Grab mereka bergabung ke aplikasi transportasi online merek lain ataupun bergabung ke aplikasi lelang transportasi online, Anterin.
"Bagi yang loyal ke Uber sepertinya enggan pindah ke dua aplikasi online lain. Setidaknya saat ini sudah 10 ribu driver Uber berbondong-bondong ke Anterin," sebut Heru selaku Pembina Solidaritas Uber Motor Indonesia (SUMI) seperti dikutip dari laman merdeka pada Senin (2/4/2018).
Heru ungkap para driver Uber yang loyal ini berpotensi membangun aplikasi anterin yang masih terbilang pemain baru di lini transportasi berbasis online. Sehingga bisa berdaya saing dengan Go-Jek dan Grab.
"Salah satu alasan lain dari keengganan driver uber beralih ke Grab karena permasalahan tarif. Go-Jek punya tarif yang lebih tinggi sehingga membuat driver cendrung pindah ke Go-jek demi pendapatan yang lebih memadai.
Anterin adalah aplikasi lokal yang menawarkan jasa transportasi online dengan memberikan lebih banyak kebebasan memilih pada pengguna. Layanan Anterin adanya fitur negosiasi harga, jenis kendaraan, dan memilih jenis kelamin sopir yang saat ini dapat didownload di Play Store.
Fitur nego harga Anterin juga memberi kesempatan bagi calon penumpang untuk memilih sopir yang memiliki tarif paling kompetitif.Transportasi online yang ditawarkan Anterin ada tiga yakni Anterinmotor dan Anterinexpress (untuk motor), Anterincar (untuk mobil), dan Anterintrucking (untuk pengiriman barang dengan truk). (Yfi)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
 
Tags :
properti

berita terkait