bjb

Anak Kedua Lebih Nakal Dari Anak Pertama, Ini Fakta Menariknya

JABARNEWS | BANDUNG - Seperti anda ketahui, anak pertama memang sering menjadi pelindung keluarga dan juga mempunyai jiwa pemimpin. Anak terakhir biasanya adalah anak yang manja, namun bagaimana dengan anak kedua atau anak tengah?

Hampir sebagian besar anak kedua atau anak tengah tidak pernah di sebut-sebut dan bahkan kerap dilupakan begitu saja. Tidak hanya saat anak kedua masih anak-anak atau bahkan saat masih balita, tetapi ketika anak kedua menjadi tumbuh menjadi dewasa, hal ini kerap terjadi. Ketika ada acara keluarga, maka anak kedua pun akan sangat jarang ditanyakan.

Berbeda halnya dengan anak pertama dan anak terakhir. Anda tak percaya, silahkan anda perhatikan ketika tiga orang anak di perkenalkan secara bersamaan, pasti kebanyakan orang akan lebih tertarik untuk menanyakan kabar atau perkembangan anak pertama juga anak terakhir yang sering disebut si bungsu.

Pastinya perbedaan yang terjadi ini sering memberikan pengaruh buruk terutama pada sifat anak kedua. Umumnya, apa yang terjadi pada anak kedua akan selalu tidak lebih menarik bila dibandingkan dengan kakak atau bahkan adiknya.

Menurut seorang dokter medis yang juga psikolog asal Austria, Alfred Adler mengungkapkan bahwa urutan lahir seorang anak mampu menentukan kepribadian mereka, dan berikut di bawah ini beberapa fakta tentang anak kedua yang wajib anda ketahui, diantaranya:

Anak Kedua Paling Berbeda
Pada kenyataannya, diakui atau tidak setiap anak pasti akan selalu berjuang untuk mendapatkan atensi serta afeksi dari kedua orangtuanya.

Dengan adanya perhatian yang diberikan orangtua ini, sering menjadikan anak kedua berfikir untuk melakukan suatu hal yang lain dari saudara-saudaranya, bahkan secara penampilan. Inilah yang menjadikan anak kedua paling berbeda dari anak kesatu maupun lainnya.

Anak Kedua Merasa Terasingkan
Fakta anak kedua yang selanjutnya adalah mereka akan merasa tersaingi di dalam keluarganya sendiri. Hal tersebut disebabkan biasanya anak pertama akan memperoleh rasa antusias dan perhatian jauh lebih besar yang diberikan dari kedua orangtua.

Oleh karena ini pertama kalinya mereka mempunyai seorang anak. Dari rasa cinta juga antusias yang dalam, maka timbul tuntutan dari kedua orangtua bahwa anak pertama harus lebih sukses, harus bisa menjadi panutan untuk adik-adiknya, harus ini dan harus itu.

Oleh sebab itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan anak pertama selalu menjadi perhatian orangtua. Bahkan anak terakhir atau si bungsu pun sering menjadi bahan perhatian yang lebih, karena dianggap paling kecil dan harus mendapatkan bantuan dari kakak-kakaknya, maka tinggallah anak kedua seorang diri.

Anak Kedua Sangat Bersahabat
Anak kedua sangat tahu rasanya bersaing dan tidak berkawan. Oleh sebab itu, anak kedua suka bekerja dengan orang lain dan sangat cinta akan persahabatan.

Anak kedua akan terus selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain, bahkan akan terus berusaha untuk terus menjadi perekat atau penjaga persahabatan.

Namun, hal ini juga yang menjadikan anak kedua tidak pandai bahkan tidak berani dalam mengambil satu keputusan dalam segala hal, terutama dalam hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri.

Anak Kedua Memiliki Kreatifitas Dan Kebebasan
Karena anak kedua sering sendiri dan juga selalu bersemangat untuk melakukan suatu hal, maka hal ini dapat membuat imajinasinya berkembang dengan sangat baik.

Bahkan anak kedua sangat menyukai fleksibilitas, pekerjaan yang memang dapat membuat lebih bebas untuk mengekspresikan dirinya dan tidak mengikat dari segi waktu ataupun peraturan yang ada.

Anak Kedua Bermasalah Dalam Hubungan
Fakta anak kedua yang terakhir adalah bermasalah dalam hubungan. Oleh karena kebutuhannya akan perhatian yang besar, ketakutan untuk menjadi terasing dan juga hubungan dalam keluarga yang tidak bagus.

Anak kedua cenderung sulit untuk membentuk keluarga dan menjadi masalah dalam hubungan serius dengan pasangannya.

Anak kedua akan menuntut perhatian dan selalu berprasangka bahwa mereka tidak diinginkan. Bahkan parahnya, mereka akan cenderung menyalahkan diri sendiri dalam segala hal.

Diantara beberapa fakta yang telah disebutkan diatas, ada satu fakta menarik dari anak kedua. Dalam sebuah laporan tim peneliti yang dipimpin oleh ekonom dari Massachusetts Institute of Technology, Joseph Doyle, menemukan bahwa dalam satu keluarga, anak kedua ternyata lebih bandel dari anak pertama. Dengan kata lain, mereka cenderung membuat masalah.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah pada Juli dan diberi judul Birth Order and Delinquency, mengamati tingkat kekerasan dan suspensi sekolah untuk ribuan kakak-adik di Denmark dan Florida. Mengingat masyarakat Skandinavia dan Florida yang progresif, peneliti menemukan hasil yang sama meski budayanya berbeda. Penelitian ini difokuskan pada anak laki-laki, karena mereka cenderung lebih banyak bermasalah dibanding anak perempuan.

 

Peran Orangtua Dalam Mendidik Anak
Meskipun penelitian menyebutkan anak pertama jarang terlibat masalah, bukan berarti mereka bebas dari masalah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh peran orangtua dalam mendidik anak. Jika orangtua tidak berperan aktif membentuk pribadi anak, maka tidak mungkin pendidikan di sekolah tidak akan berpengaruh apa-apa.

Hal tersebut ditegaskan Doyle dalam OMG Facts (30/3) yang menyebutkan jika anak sulung dididik untuk menjadi teladan dan bersikap dewasa, bersiap kalau ia punya adik, maka ia bisa dijadikan contoh bagi saudara-saudaranya.

Itulah tadi perbedaan jelas antara anak pertama dan kedua dalam keluarga. Semoga info di atas dapat bermanfaat dan menginspirasi anda. (Fin)

Sumber berita ini diambil dari vemale.com

Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi