Indonesia Menuju Negara Berstruktur Lansia, Mensos: Perlu Langkah Strategis

JABAR NEWS | JAMBI - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengingatkan, Indonesia menuju negara dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population). Terkait itu, harus disiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi semakin meningkatnya populasi lansia. 
"Mengutip data Badan Pusat Statistik pada 2015, jumlah populasi lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa. Itu setara dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Diperkirakan pada 2025 jumlahnya akan mencapai 36 juta jiwa. Ini jumlah yang sangat besar," papar Mensos, saat menghadiri Acara Puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, seperti dirilis Humas Kemensos RI, Selasa (16/05/2017).
Data PBB menyebutkan, pada 2013 populasi penduduk lansia Indonesia berumur 60 tahun lebih berada pada urutan 108 dari seluruh negara di dunia. Diprediksikan pada 2050, Indonesia akan masuk menjadi 10 besar negara dengan jumlah lansia terbesar.
Peningkatan jumlah lansia, menurut Mensos, menunjukkan bahwa usia harapan hidup penduduk di Indonesia semakin tinggi dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melakukan sejumlah upaya untuk memberikan perlindungan sosial kepada lansia.
"Meskipun Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, tetapi jangan lupa bahwa setiap tahun sekitar 2,3 juta penduduk masuk dalam struktur tua. Dengan struktur penduduk yang mengarah ke struktur tua maka hal-hal yang terkait perlindungan lansia, sarana dan prasarana yang ramah lansia harus disiapkan dari sekarang," katanya.
Salah satu upaya yang ditempuh adalah disahkannya Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lanjut Usia. Dalam peraturan tersebut disebutkan tentang kriteria kawasan ramah lansia dari sisi ruang terbuka dan bangunannya, transportasi ramah lansia, pekerjaan ramah lansia, pelayanan kesehatan, serta perlunya pemda memiliki kebijakan kelanjutusiaan.
Upaya berikutnya adalah menjaga agar lansia tetap sehat dan bugar di usia senja. Untuk itu, atas seizin Federasi Kung Fu Indonesia maka pada puncak peringatan HLUN 2017 ini Mensos mencanangkan Senam Tai Chi sebagai Senam Sehat Lanjut Usia. Mensos juga menyerahkan 2 set rebana kepada dua kelompok qasidah lansia untuk mendorong lansia tetap efektif dalam keguatan sosial, spiritual dan ekonomi.
"Dengan menabuh rebana diikuti gerakan tangan dan lantunan salawat dan nasyid maka syaraf motorik mereka bergerak, sensoriknya bergerak, mereka juga menyenandungkan salawat dan nasyid, maka diharapkan memiliki efek sosial-spiritual, bahkan dapat memberikan efek ekonomi. Mereka merasa martabatnya terangkat dan merasa dihargai karena kelompok qasidah mereka diundang tampil di berbagai acara. Secara ekonomi mereka juga berdaya karena mungkin ada sedikit pemasukan dari setiap mengikuti undangan tampil," kata Mensos bersemangat.
Dalam pidato arahannya, Mensos menyisipkan pesan kepada generasi muda untuk menghormati orang tua dan menghormati lansia. Mereka telah membesarkan anak-anak dengan kasih sayang, tidak sepatutnya dilupakan atau disisihkan. Tidak ada yang bisa membayar nilai kasih sayang dan air susu ibu.
"Jangan sampai terjadi lagi kasus seorang anak yang menyeret ibunya ke pengadilan terkait masalah utang-piutang. Ini menyedihkan. Sebab dari orang tua, kita dapat belajar banyak hal. Kita dapat meneladani kerja keras dan perjuangan mereka untuk mengasuh dan menyejahterakan anak-anaknya," tutur Mensos serius.
KKS Lansia
Pemerintah telah menyiapkan Kartu Keluarga Sejahtera untuk lansia. Saat ini ada 150 ribu lansia di atas 70 tahun yang kurang mampu. Ini bagian dari wujud perhatian dan penghormatan kepada lansia. Mereka mendapat bantuan sosial sebesar Rp2.000.000 per tahun dengan empat kali cair. Khusus untuk Provinsi Jambi, total bantuan sosial untuk lansia pada 2017 adalah Rp1,4 miliar yang dibagikan kepada 700 jiwa.
Sementara itu menyambut HLUN 2017 juga digelar beragam kegiatan di berbagai titik di Indonesia. Di antaranya anjangsana ke rumah sakit untuk memotivasi kepulihan lanjut usia di 15 rumah sakit yang tersebar di lima Provinsi. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Bakti sosial dengan pemberi bantuan aksesibilitas/alat bantu/RLTH kepada lanjut usia, bhakti sosial melalui kegiatan Bedah Rumah dan Bantuan Sarana Kamar yang dilaksanakan di Kabupaten Jombang, Kabupaten Toli-toli, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Benteng, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Merangin. Total bedah rumah dan bantuan sarana kamar ini diperuntukkan bagi 115 lansia.
Di Kabupaten Merangin juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis lanjut usia, pemberian aksesibilitas kepada lanjut usia berupa kaca mata baca, kursi roda, kruk, tongkat kaki 3, kaki palsu, dan tangan palsu. Serta, pameran menampilkan karya-karya lanjut usia, pentas seni oleh lanjut usia, senam sehat lansia yang diikuti oleh 775 orang peserta dari 11 Kab/Kota di Provinsi Jambi. (Red: jpp/sos)
Jabar News | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait