Restoran Berpenghasilan Di Atas Rp 10 Juta Dipajak

JABARNEWS | DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dari pajak restoran dimana pengusaha tempat makanan yang berpenghasilan Rp 10 Juta perbulan dikenakan pajak.

Kepala Bidang Pajak 1 Badan Keuangan Daerah (BKD) Depok, Endra mengatakan, pajak restoran ini sudah diatur di dalam Undang-Undang No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah, dan Peraturan Daerah (Perda) No 7 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. “Khusus pajak restoran dikenakan 10 persen dari hasil omset pendapatan setiap bulan,” kata Endra, dikutip dari radardepok pada Selasa (17/4/2018).



Tempat makan yang dikenakan pajak restoran mencapai Rp 10 Juta perbulan seperti warteg, cafe, rumah makan padang, dan lainya. Namun, tempat makan yang dikenakan pajak restoran ini harus terdaftar terlebih dahulu di kantor pajak. “Total tempat makan yang dikenakan pajak di Depok ada 821 titik yang membayar pajak,” bebernya.

Sektor pajak restoran BKD Depok ditargetkan sebesar Rp 121.334.953.400 di tahun ini, dari total 821 titik restoran atau tempat makan. “Tahun kemarin kami bersyukur penghasilan pajak dari pajak restoran melebihi target,” ucapnya.

Pajak daerah tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang diberikan, namun dikelola terlebih dahulu oleh pemerintah.Hal beda dengan retribusi itu langsung bisa dirasakan masyarakat. “Hasil pajak ini dilihat dari peningkatan pembangunan,” ulasnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags :

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi