bjb

Lumpuh Layuh, Adah Ingin Dibantu Pemerintah

JABARNEWS | CIANJUR - Adah adalah warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber. Gadis yang sudah remaja ini hampir 16 tahun idap lumpuh layuh dan gizi buruk.
Adah mengidap komplikasi bermula saat iya berusia 8 bulan. Kala itu anak dari Apen Supendi (35) dan Aisah (34) panas disertai kejang-kejang.
Masalah ekonomi jualah yang membuat Adah tak pernah dibawa berobat sekalipun untuk mengatasi penyakitnya ini. Hingga usia satu tahun orang tuanya bercerai dan dia belum diobati apa-apa.
Kini Adah dirawat sang ayah. Enam belas tahun hidupnya dihabiskan hanya di kasur saja.
"Saya sudah gak bisa ke mana-mana. Kalau dulu saat neneknya masih sehat, Adah bisa saya titipkan. Saya masih bisa bekerja. Sekarang neneknya juga sakit-sakitan. Jadi saya yang mengurus anak," kata Apen dilansir dari berita Cianjur pada Selasa (17/4/2018).
Untuk memenuhi kebutuhan anaknya sehari-hari, Apen kerja serabutan. Itupun tempatnya tak terlalu jauh karena ia memiliki tugas mengurus anak. "Kalau ada yang nyuruh, ya saya kerjakan saja di sekitaran kampung ini. Tapi itu juga tidak setiap hari," cerita Apen.
Setiap ada yang menyuruh menyelesaikan kerjaan, Apen bisa mengantongi upah sekitar Rp.35 Ribu- Rp.40 Ribu. Uang itu dicukup-cukupkan untuk biaya makan sehari-hari serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
"Kadang gak cukup. Makanya, jangankan buat berobat ke rumah sakit atau dokter, buat makan saja kami kekurangan," ujar Apen.
Apen hanya bisa pasrah dengan kondisi kesehatan anaknya. Kalaupun ada uluran tangan yang mau membantu biaya pengobatan anaknya, Apen mengucapkan terima kasih.
"Bantuan dari pemerintah juga kami sangat harapkan. Kalaupun tidak ada, saya hanya bisa pasrah saja, hanya bisa berdoa semoga anak saya bisa segera sembuh dari penyakitnya," ujarnya lirih.
Ketua Karangtaruna Desa Mayak, Aburdah, prihatin dengan kondisi keluarga Apen yang memiliki anak menderita penyakit diduga lumpuh layuh disertai gizi buruk. "Tapi kami di sini juga gak bisa membantu banyak. Paling cuma membantu ala kadarnya," kata Aburdah.
Ia pun menyayangkan belum adanya uluran bantuan dari pemerintah. Padahal jika melihat kondisi Adah dan keluarga orangtuanya, sudah selayaknya dibantu. (Yfi)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait