bjb

Kendati Sempat Minum Racun Tikus, Kakek Berusia 122 Tahun Ini Tetap Sehat

JABAR NEWS | PURWAKARTA - Diberitakan sebelumnya, salah satu warga Kampung Tajur Desa Sindanglaya Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat saat ini ada yang berusia 122 tahun.
Dengan usia 122 tahun tersebut, Sobandi bisa dikatakan salah satu manusia tertua yang ada di Desanya dan tidak menutup kemungkinan manusia tertua yang ada di Kabupaten Purwakarta.
Ada cerita yang cukup menarik saat para awak media yang ditemani Kepala Desa (Kades) Sindanglaya, Chotibin yang belum lama ini berkunjung ke rumah kakek yang memiliki 6 anak dan 24 cucu dan cicit itu ternyata pernah meminum racun tikus.
Kendati pada saat peristiwa tersebut Sobandi sempat mengalami muntah-muntah tapi dengan hitungan menit ia kembali sehat dan segar bugar.
"Bener om, warga sempat heboh saat mendengar kabar jika Ki Sobandi sempat meminum racun tikus yang ia beli di warung," ujar Chotibin.
Chotibin menceritakan, Ki Sobandi awalnya mengeluhkan pegal-pegal yang dialaminya, hingga ia mendatangi salah satu warung untuk membeli obat penghilang rasa pegal tersebut sebelum berangkat ke sawah untuk bekerja.
Sayangnya pada saat itu, pemilik warung kurang mendengarkan dengan jelas apa yang katakan Ki Subandi, melihat Ki Sobandi saat itu membawa cangkul, pemilik warung beranggapan jika Ki Sobandi ingin membeli obat racun tikus pasalnya pada waktu itu hampir seluruh ladang pertanian masyarakat desa Sindanglaya sedang diserang hama tikus.
"Sebenarnya mau beli obat pegal linu, lantaran pemilik warung kurang mendengar apa yang dikatakan Ki Sobandi dan Ki Sobandi membawa cangkul makanya diberikan obat racun tikus," jelas Chotibin.
Sementara itu, Sobandi membenarkan apa yang dikatakan Kades Sindanglaya tersebut, karena curiga dengan bentuk obat tersebut, Sobandi menambahkan setelah tiba di sawah obat racun tikus tersebut tidak langsung diminum namun rasa pegal terus ia rasakan hingga akhirnya racun tikus tersebut diminum juga.
"Waktu itu pemilik warung sempat ngomong kalau obat tersebut harus dicampur nasi atau kepala ikan asing, makanya saya sempat bingung, kok obatnya beda dari yang biasa saya beli," kenang Sobandi.
Sobandi kembali menambahkan, setelah racun tikus tersebut diminum, tiba-tiba ia merasakan pusing dan setelah beberapa menit Sobandi berusaha mengeluarkan apa yang diminumnya barusan.
"Pada saat itu, entah suara darimana berbisik ke telinga saya dan mengatakan untuk memuntahkan serta berendam di kubangan air," tambahnya.
Setelah merasa cukup sehat dan mengetahui ada yang tidak beres dengan obat yang ia beli tersebut, Sobandi langsung mendatangi warung tempat membeli obat tadi dengan ditemani salah satu cucunya untuk mengetahui lebih jelas obat apa yang barusan ia minum.
"Tapi yang terpenting saat ini saya tidak apa-apa dan pemilik warungpun sudah meminta maaf karena ia mengaku kurang begitu jelas dengan apa yang saya katakan waktu itu," tutur Sobandi. (Zal)
Jabar News | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait