bjb

10 Hal Ini Lebih Penting Ketimbang Gaji Yang Tinggi

JABARNEWS | BANDUNG - Ketika Anda ditanya tentang apa yang dipertimbangkan saat mencari kerja, pasti banyak yang bilang gaji yang besar. Jika bukan itu, jenjang karir, tunjangan dan aneka fasilitas menarik pasti membuat Anda tergiur. Hal tersebut memang wajar, akan tetapi tahukah Anda bahwa ada hal yang lebih penting daripada gaji tinggi, jenjang karir yang bergengsi, dan fasilitas yang lengkap?
Apalagi jika bukan karakter atasan atau bos? Percuma saja jika Anda memiliki gaji tinggi, jabatan bergengsi, dan fasilitas maxi jika bos Anda kurang mengenakkan. Stujukah Anda? Dan berikut di bawah ini beberapa hal yang harus Anda simak, di antaranya:
1. Bos Yang baik Adalah Mereka Yang Mendengar Saran Dan Pendapat Bawahan
Percuma saja jika Anda bekerja keras jika hasilnya nanti sama sekali tidak dipertimbangkan. Jika sudah seperti ini, Anda pasti merasa "Buat apa saya susah-susah bekerja? Hasilnya akan sia-sia."
2. Mengetahui Capaian Prestasi Atasan Lewat LinkedIn
Semakin banyak orang yang berkomentar positif, maka semakin berharga Anda bekerja di tempat bosmu ada. Anda pasti sudah tahu LinkedIn bukan? Sosial media berbasis karir profesional ini, cukup jitu untuk mengetahui karakter dan prestasi atasan. Selain bagaimana riwayat pendidikannya, apa pengalaman dan posisi kerjanya, komentar serta rekomendasi dari rekan-rekannya juga patut kamu jadikan pertimbangan.
3. Jika Perlu, Kepo Juga Akun Sosial Media Calon Atasan
Jika HRD melakukan ini pada calon karyawan, lalu kenapa Anda tidak melakukannya pada calon atasan? Bagi sejumlah HRD, media sosial sudah jadi salah satu alat untuk mengukur kepribadian orang yang akan diseleksinya. Bagaimana cara seseorang berpikir, gaya hidupnya, dan perilakunya bisa tergambar. Mengetahui karakter bos dari sosial medianya kenapa tidak? Toh, tidak ada ruginya dan bisa menjadi bahan pertimbangan yang cukup akurat.
4. Penting Juga Untuk Tahu Bagaimana Atasan Pria Memperlakukan Bawahan
Bagi anda para wanita, jangan sampai karakter yang tidak sopan muncul saat bekerja. Di zaman ini, pelecehan bisa terjadi di mana saja dan dengan siapa saja, tak terkecuali di area kerja ataupun kantor. Anda harus berhati-hati jika bos Anda sering terlihat genit dan menggoda karyawan perempuan. Jika sedang khilaf, bukan tidak mungkin tindakan-tindakan yang mengarah ke pelecehan seksual pun bisa terjadi.
5. Perhatikan Apakah Bos Anda Hanya Senang Menyuruh-nyuruh Saja Atau Tidak
Saat bekerja nanti, kenyataan di lapangan akan selalu berbeda dengan apa yang diperintahkan kepada Anda. Sebagai karyawan yang menggerakkan perusahaan, tentunya Anda dan kawan sepekerjaan tahu detil tentang kondisi lapangan. Kondisi tersebut sudah seharusnya disinkronisasikan dengan kebijakan yang telah dibuat oleh atasan. Namun jika atasan memilih tak peduli dan memaksakan kehendaknya, tidak mungkin jika Anda tidak menggrundel sendiri.
6. Coba Cari Tahu Bagaimana Budaya Kerja Di Perusahaan Tersebut Saat Si Bos Memimpin
Mau santai, formal, atau apapun, Anda berhak memilih tempat kerja yang sesuai dengan diri Anda masing-masing. Jika bos galak namun jika hasilnya positif, maka semua baik-baik saja. Akan tetapi jika sudah galak, hobinya hanya menyuruh dan tidak paham apa yang harus dilakukan, sepertinya Anda berhak memilih bos di perusahaan lain. Terlebih lagi jika dia cenderung menghalalkan macam-macam cara demi mendapatkan tujuan yang diinginkannya, tentunya hal itu tidak baik.
7. Memiliki Bos Yang Mengapresiasi Bawahannya Itu Sangat Penting
Dari sini, Anda tidak akan pernah kehilangan motivasi dan tidak dipungkiri, tunjangan, bonus, dan fasilitas (rumah/mess, pendidikan, kendaraan) adalah apresiasi yang bagus untuk mendongkrak motivasi karyawan. Terlebih lagi jika Anda sudah bekerja dengan begitu maksimal. Jika Anda sudah bekerja maksimal, namun bos tidak mengapresiasi, mungkin bos Anda memang sangat amat pelit dan tidak pengertian.
8. Atasan Harus Bisa Menularkan Ilmu-ilmunya Pada Bawahan
Jika ia kikir ilmu, maka jangan harap kemampuan Anda dapat berkemban. Bos selalu diartikan sebagai pemimpin terpilih karena kemampuannya yang mumpuni. Dengan posisi tersebut pulalah, bos juga diharapkan dapat menularkan ilmu-ilmunya lewat arahan kepada bawahan. Akan tetapi jika calon bos sudah terlanjur ketahuan sering memberi instruksi yang kurang jelas, pikir-pikir dua kali mungkin lebih baik.
9. Bos Berwibawa Itu Perlu
Tapi bisa menciptakan kedekatan yang cair dengan karyawan, rasanya membuat iklim kerja dapat lebih bersemangat. Bos yang membuatmu betah bekerja tentu saja yang bisa menjadi pemimpin sekaligus teman. Pada jam kerja, boleh-boleh saja dia keras dan galak. Namun di saat istirahat dan luar jam kerja, alangkah indahnya dapat santap siang bersama di satu meja bersama kawan-kawan dan bos. Suasana hangat tercipta dan satu sama lain lebih akrab mengenal.
10. Lihat Juga Bagaimana Bos Anda Bekerja
Jika kelewat santai dan kurang berjuang, bukan tidak mungkin karir Anda di sana pun hanya sebentar saja. Jika bosnya saja santai, lalu bagaimana dengan karyawannya? Jika semuanya santai, bagaimana perusahaan tersebut semakin maju? Anda tentunya tidak ingin terjebak dalam perusahaan yang tidak jelas masa depannya bukan?
Jadi, gimana menurut Anda? Lebih baik melamar pekerjaan karena gajinya atau cocok dengan bosnya? Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat dan bisa menginspirasi Anda. (Fin)
Sumber artikel ini diambil dari IDN Times
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait