bjb

Diduga Melanggar, APK Oded-Yana Diturunkan Panwaslu

JABARNEWS | BANDUNG - Diduga melanggar aturan, Tim Panwaslu Kecamatan Cibeunying Kaler menurunkan alat peraga kampanye (APK) milik pasangan Oded Danial-Yana Mulyana, di rumah makan Ampera, Jalan Suci, Kota Bandung, Senin (11/6).
Ketua Panwaslu Kecamatan Cibeunying Kaler Desi Priatna mengatakan, penurunan APK tersebut terjadi ketika ada acara yang dihadiri para ketua RW di Kota Bandung. Hal inipun sesuai dengan informasi yang diperolehnya melalui selembaran undangan.
Atas kejadian ini, Panwaslu Kecamatan Cibeunying Kaler telah menurunan APK Oded-Yana mengingat pasangan tersebut berkampanye di zona yang salah. Seharusnya, pasangan nomor urut 3 ini berkampanye di zona 1 dan 4 pada Pemilu Wali Kota Bandung 2018 ini.
"Tapi kami menerima selembaran undangan adanya kampanye di zona yang berbeda," katanya saat ditemui di lokasi acara.
Rupanya hal itu terbukti saat dirinya bersama tim mendatangi lokasi acara pada pukul 13.00. Saat itu, mereka melihat langsung adanya APK Oded-Yana di rumah makan tersebut yang masuk ke dalam zona 2. Bahkan, lanjut dia, dalam undangan yang diketahuinya, calon wali kota Oded akan turut hadir di acara tersebut.
"Setelah komunikasi dengan panitia, kami mencopot APK sekitar jam 3-an (15.00)," ujarnya.
Atas kejadian ini, dia akan melaporkan ke Bawaslu Kota Bandung untuk dibahas lebih lanjut.
Meski begitu, Desi enggan memastikan telah terjadi pelanggaran pemilu pada acara tersebut.
"Kami tidak bisa memastikan. Yang pasti kami akan melaporkan ke Bawaslu Kota Bandung, bahwa ada APK dan pengumpulan massa atas nama pasangan nomor 3 di daerah yang salah," katanya.
Inisiator acara tersebut, Dian Purnomo mengakui bahwa acara ini dihadiri oleh sejumlah ketua RW di Kota Bandung.
"Jumlah RW yang hadir ada 120," kata dia saat ditemui di lokasi.
Dia pun mengakui, acara buka puasa bersama untuk mempererat silaturahim dan komunikasi antar ketua RW ini bertujuan juga untuk membahas rencana dukungan kepada Oded-Yana.
"Ingin buka puasa bersama. Kebetulan ada tim nomor 3 merespons, ingin hadir," katanya.
Namun, dia memastikan, dalam acara ini tidak ada dukungan yang diberikan kepada pasangan Oded-Yana.
"Sekarang ini tidak ada deklarasi dukungan," ujarnya.
Hanya saja, pihaknya bersama ketua RW yang hadir akan membicarakan momentum yang tepat untuk memberikam dukungan tersebut.
"Jadi sekarang hanya membicarakan seperti apa deklarasi di setgab nanti. Kami tanya kapan akan berangkat ke setgab. Karena waktunya juga belum ditentukan," ujarnya.
Saat disinggung adanya APK yang dipasangan, dia membenarkan. "Tapi sudah dicopot karena ada Panwas," katanya. (wan)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait