Inilah Tradisi Lebaran Di Keraton Kasepuhan Cirebon

JABARNEWS I KOTA CIREBON -  Keraton Kasepuhan Cirebon akan melakukan sejumlah rangkaian tradisi  turun temurun untuk menyambut hari kemenangan di hari raya idul fitri 1439 Hijriyah.
''Rangkaian tradisi Idul Fitri dimulai pada malam lebaran, setelah diumumkan 1 Syawal jatuh keesokan harinya'' kata Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, Kamis (15/6/2018).
Adapun rangkaian tradisi Idul Fitri di Keraton Kasepuhan itu, yakni bada (setelah) solat Isya di malam lebaran, penghulu menuju keraton untuk menerima zakat fitrah dan zakat mal dari Sultan Sepuh dan keluarga. Selain itu, diadakan takbiran dan dlugdag di Masjid Agung Kasepuhan.
Pada pagi hari 1 Syawal, bada Subuh, penghulu dan kepala kaum masjid Keraton Kasepuhan menjemput Sultan Sepuh untuk sholat Ied. Tongkat khutbah Sunan Gunung Jati pun dikeluarkan dari keraton untuk digunakan khutbah di Langgar Agung Keraton Kasepuhan.
Sultan Sepuh kemudian sholat Ied di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, bersama kaum kerabat keraton, dengan tradisi khutbah menggunakan Bahasa Arab. Setelah selesai, Sultan Sepuh kembali melakukan sholat Ied, yang kali ini dilakukan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, bersama masyarakat.
''Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, khutbahnya menggunakan bahasa Indonesia,'' terang Sultan.
Usai solat, Sultan Sepuh kemudian menyaksikan Gamelan Sekaten ditabuh di Siti Inggil Keraton Kasepuhan. Setelah itu, menerima silaturahim keluarga di Dalem Arum.
Tak hanya itu, dari Keraton Kasepuhan juga mengirim masakan dan makanan ke Astana Gunung Jati, Masjid Agung, Langgar Agung, dan para abdi dalem.
Sedangkan hari kedua Lebaran, digelar open house menerima silaturahim para warga, abdi dalem, masyarakat dan pejabat. Kegiatan itu dilaksanakan di Bangsal Pringgandani Keraton Kasepuhan.
''Lebaran hakekatnya adalah kemenangan kita yang telah melalui jihad besar melawan hawa nafsu kita sendiri,'' ungkap Sultan. (One)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait