Kuatkan Ideologi Pancasila, Mendagri MoU dengan KPI, Dewan Pers & 63 PT

JABAR NEWS | JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menandatangani nota kesepahaman (MoU) penguatan ideologi Pancasila bersama Komisi Penyiaran Indonesia, Dewan Pers dan 63 rektor perguruan tinggi. 
Serah terima MoU yang telah ditandatangani tersebut berlangsung usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (01/06/2017).
Menteri Tjahjo menyatakan kerja sama itu ditujukan untuk memastikan implementasi Pancasila dalam lingkup penyiaran, pers dan pendidikan tinggi.
"MoU ini intinya bagaimana lebih membumikan Pancasila dalam setiap kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan perguruan tinggi, " jelasnya.
Menurut Mendagri perguruan tinggi adalah sebuah lembaga yang tidak hanya berhubungan dengan mahasiswa, tapi juga berbagai disiplin ilmunya dengan berbagai kegiatan.
"Saya percaya perguruan tinggi bisa menyatu dengan semua elemen masyarakat,” ujarnya.
Masalah penguatan wawasan kebangsaan, dalam pandangan Mendagri membutuhkan peran perguruan tinggi.
"Kami ingin mahasiswa, dan mahasiswa yang KKN kemudian lembaga-lembaga studi riset di perguruan tinggi, berhubungan dengan pihak-pihak ketiga demi mampu membumikan Pancasila, menjelaskan dengan benar, kemudian menjabarkan apa yang namanya wawasan kebangsaan. Perguruan tinggi dengan mahasiswa sebagai elemennya mampu membangun pola pikir yang komprehensif," paparnya.
Upaya penguatan ideologi Pancasila menurut Tjahyo Kumolo sebagai prioritas pemerintah.
“Ini suatu hal yang cukup miris kalau tidak segera apalagi Bapak Presiden juga sudah mempunyai sikap tegas sebagai kepala negara ingin mengoptimalkan memberikan pemahaman memberikan sanksi terhadap siapapun yang sengaja atau terang-terangan atau tersembunyi menolak ideologi negara ini,” tuturnya.
Selain perguruan tinggi. Mendagri menyebutkan peran Komisi Penyiaran, Dewan Pers serta Kementerian Pertahanan, Pendidikan Tinggi, Kominfo dan Agama dalam upaya penguatan ideologi Pancasila.
“Berkaitan dengan bela negara, Menhan kemudian Mendikti, Menkominfo, Dewan Pers dan KPI juga sama, ini adalah elemen yang bisa berhubungan dengan semua lapisan masyarakat kami mengundang Menteri Agama agar tokoh agamanya ada, setidaknya untuk menggerakan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh adatnya,” tuturnya.
Dalam acara itu hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Yuliandre Darwis, dan Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Adi Prasetyo, serta 63 rektor universitas negeri dan swasta Indonesia. (Red/kominfo)
Jabar News | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait