bjb

Demam Bowofans Bikin Orang Tua Deg-degan

JABARNEWS | MAJALENGKA - Anak-anak remaja yang selalu akrab dengan media sosial maupun aplikasi video semacam tik tok, tampaknya harus terus dirangkul oleh para orang tua. Tujuannya, untuk mengarahkan dan menunjukkan, serta memberikan penjelasan terkait informasi maupun foto yang dilihatnya dalam gawai yang selalu dipegangnya setiap saat.
Seperti yang terjadi pekan ini, sebagian warga Majalengka, terutama para orang tua yang punya anak remaja perempuan. Mereka merasa resah dengan demam "Bowofans" dalam aplikasi tik tok‎ yang seolah-olah menyihir dan menghipnotis anak-anak remaja perempuan, supaya tergila-gila dengan sosok remaja pria yang dinamakan Bowo.
Bahkan dalam akun remaja cewek itu, mereka menuliskan siap untuk menjadikan tuhan untuk Bowo, kalangan remaja yang mayoritas kaum hawa justru siap menuhankannya dan siap untuk mengangkat nabi, Bowo dinilai oleh para remaja itu karena kegantengan dan profilnya yang dinilai tiada cacat.
‎Salah satu orang tua yang mempunyai anak remaja perempuan, Nisa (31), mengatakan, cukup shock dan mulai menyusun siasat untuk merangkul anak-anaknya, supaya tidak terlalu ketergantungan pada informasi yang cepat beredar di media sosial, maupun aplikasi-aplikasi terbaru yang menyangkut tayangan video.
"Zaman now memang memudahkan informasi, tetapi jika melihat dampak negatifnya juga cukup berbahaya. Saya tidak tahu yang disebut bowofans, tetapi melihat tulisan-tulisan akun remaja cewek yang mengidolakannya, bahkan siap menjadikannya tuhan. Itu sangat keterlaluan," ungkapnya, Senin (2/7/2018).
Sementara itu, pegiat literasi yang aktif di komunitas baca, Mahdi, mengatakan, pihaknya juga tidak habis pikir dengan kecepatan informasi di media sosial melalui jaringan internet, kabar dan propaganda apapun akan mudah disebarkan. Oleh karenanya pihaknya bersama anak-anak komunitas loba Ulin jeung Loba Maca tidak begitu saja menelan mentah-mentah informasi yang ada di medsos.
"Memang cukup ngeri bila memperhatikan informasi itu. Apalagimelihat tayangan video dalam aplikasi tiktok, atau apalah namanya, tak ada gereget apapun, cuma bagi anak-anak remaja itu memang menarik. Makanya kami membentengi diri dengan bacaan-bacaan bermutu, lewat buku-buku yang berkualitas dan tidak menyesatkan.‎ Kepada orang tua di lingkungan kami, kami sarankan supaya merangkul anak-anaknya, jangan sampai terprovokasi oleh akun-akun tidak jelas, apalagi mengajak untuk menuhankan seseorang," ungkapnya. (Rik)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait