Mantap, Pabrik Pencemar Sungai Citarum Akan Ditindak KPK

JABARNEWS | BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan libatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan pencemaran sungai Citarum. Sehingga Perusahaan yang melakukan pencemaran Sungai Citarum akan ditindak tegas.
Penjabat Gubernur Jabar, Mochamad Iriawan, mengatakan, saat ini Pemprov Jabar bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengkaji kemungkinan penerapan pasal pidana korupsi kepada pengelola pabrik yang membuang limbah ke sungai tanpa mengelolanya lebih dulu sesuai aturan.
Menurutnya, pengelola pabrik yang membuang limbah ke sungai, terutama Sungai Citarum, bisa ditindak langsung oleh KPK. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan efek jera kepada para pencemar lingkungan.
"Pencemaran lingkungan merupakan salah satu hal yang merugikan bangsa dan negara. Jadi biar jera, dilakukan oleh KPK. Karena nantinya penyelidikan, penyidikan penuntutan, pemutusan perkara, biar jadi domain KPK, domainnya ke korupsi," jelas Iriawan kepada wartawan di Gedung Sate, Kamis (5/7/2018).
Saat ini lanjutnya, penerapan pasal pidana korupsi terhadap masalah lingkungan oleh KPK tersebut, tengah dikaji bersama dinas terkait. Apalagi masalah limbah yang menjadi sorotan nasional dan internasional, telah merugikan negara, terutama masyarakat sekitar Sungai Citarum.
"Dalam hal ini saya minta KPK mengkaji dengan Dinas Lingkungan, bagaimana bisa menerapkan pasal-pasal yang ada korupsi kepada para pelaku pengusaha citarum yang membuang limbah sembarangan," katanya.
Seperti halnya terkait dengan pelanggaran izin dan penyimpangan pengolahan limbah yang dilakukan oknum pengusaha menyebabkan kerugian negara. Pembuangan limbah yang tidak sesuai peraturan, bisa saja termasuk dalam korupsi.
"Kita harapkan KPK bisa menerapkan pasal korupsi di pabrik-pabrik yang buang limbah sembarangan. Rakyat Jabar yang tinggal di sekitar Sungai Citarum sudah sengsara, yang berpenyakit banyak, ekosistem mati," katanya. (Wan)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait