Pelatih PSIS Akui Tidak Mudah Lawan Persib

JABARNEWS | BANDUNG - Pelatih PSIS Semarang, Vincenzo Alberto Annese menyebutkan tidak mudah bagi timnya bermain di hadapan puluhan ribu bobotoh yang hadir di stadion. Diakuinya, pasukannya sempat merasa takut ketika tahu akan bermain dengan ditonton 34 - 35 ribu suporter. Bahkan disebutkannya, dia pun sempat merasa kaget melihat animo bobotoh di pertandingan itu.
"Kami datang membawa pemain, kecuali Ibrahim Conteh. Jadi kami berusaha beradaptasi dengan itu. Tapi dibabak pertama pemain kami sedikit takut karena harus bermain di hadapan puluhan ribu bobotoh tentu saja itu tidak mudah bagi mereka, termasuk saya. Saya sempat kaget melihat penuhnya stadion," ungkapnya.
Pelatih asal Italia ini mengaku kecewa karena di awal-awal pertandingan harus sudah kehilangan bek tengah, Peter Planic. Planic mengalami cedera saat duel dengan Ezechiel. Disebutkannya kondisi pemainnya itu mengalami luka sekitar 10 cm di wajahnya.
"Kami pun harus mengubah strategi dengan cepat. Kami melepaskan dua peluang dari Gustur Cahyo Putro," bebernya.
Di babak kedua, lanjut Annese, timnya bisa bangkit dan bermain leih baik dari Persib. Mereka pun mencoba memainkan sepakbola menyerang.
Persib sendiri bermain dengan menurunkan dua penyerang yang memiliki kecepatan dan powerfull. Sedangkan timnya menyerang dengan kolektif sehingga bisa melepaskan 2-3 tembakan.
"Tapi di babak kedua kami punya masalah dipenyelesaian akhir. Apalagi Persib juga main dengan empat pemain asingnya dan satu naturalisasi, sedangkan kita hanya memainkan Bruno saja. Tapi sejujurnya saya melihat PSIS bermain lebih baik dari Persib hari ini. Sayangnya kami tidak bisa membawa poin dari sini," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Annese memuji taktik yang diterapkan Gomez dipertandingan itu. Disebutkannya dia tidak pernah melihat taktik yang dimainkan Gomez itu.
"Secara taktik persib main dengan cara satu lawan satu lalu mereka melepaskan crossing ke kotak penalti. Jujur saya tidak lihat taktik soal pergerakan dan kombinasi kombinasi.
Persib juga bermain dengan dua striker yang salah satunya menurut Annese sebagai pemain bagus, Ezezchiel. Dia layak untuk main di Eropa dengan statistik dan kekuatannya.
"Kami tidak punya pemain seperti Ezechiel, kami punya Bruno tapi dia punya karakter yang berbeda. Bruno juga pemain bagus tapi dia punya perbedaan yang jauh jadi kami memaksa dia turun ke tengah dan membuat game yang bagus. Mungkin kamu bisa lihat keberuntungan atau lain tapi itulah sepakbola," pungkasnya. (Ati)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait