Nongkrong Kuras Kantong

JABARNEWS | BANDUNG - Universitas Padjajaran (Unpad) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menjadi perguruan tinggi favorit di Jawa Barat. Berapa biaya makan bagi mahasiswa yang berkuliah di Unpad?
Salah satu mahasiswa Jurusan Ilmu Peternakan Semester IV, Fakultas Peternakan, Unpad Wawan Setiawan (20) mengatakan untuk biaya makan, baginya masih terbilang standar.
"Biaya hidup dari mulai makanan standar, kalau ingin ngirit bisa pakai tempe dan telor, makanan rata-rata Rp 10 ribu, kalau makan enak Rp 15 ribu," kata Wawan dikutip dari detik, Senin (9/7/2018).
Wawan berujar dibanding biaya makan, biaya nongkrong lebih mahal, tak jarang para mahasiswa nongkrong di kafe-kafe yang biayanya bisa melebihi biaya makan yang mencapai dua sampai tiga kali lipat.
Seperti diketahui, di wilayah Jatinangor sendiri banyak kafe-kafe dan restoran cepat saji berdiri. Selain itu ada juga super mal, yang di mana tempat-tempat seperti itu biasa digunakan untuk nongkrong.
Bukan hanya mahasiswa Unpad, tempat-tempat tersebut juga kerap digunakan mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi lainnya seperti Ikopin atau ITB Jatinangor.
"Kalau saya, paling nonton bioskop saja, kalau lagi bosan, refreshing. Kalau nongkrong di kafe biasanya kumpul-kumpul organisasi, itu juga seminggu sekali, biayanya bisa mencapai Rp 30 untuk makan minum standar. Kalau yang mahal di atas Rp 50 ribu, pernah tapi enggak sering," ungkapnya.
Hal senada dikatakan oleh, Muhammad Ilmi Alawi (20), Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Semester II. Ilmi mengakui jika biaya nongkrong lebih mahal dari pada biaya makan.
"Nongkrong lebih mahal, sebut saja beli rokok itu nggak cukup sebungkus, terus cemilannya juga," ujarnya.
Menurutnya untuk biaya makan, membeli makan masih di lingkungan kampus harganya lebih murah. Membeli di luar kampus harganya lebih mahal.
"Kalau makan harganya standar, Rp 10-15 ribu. Telor sama tumis kangkung Rp 10 ribu, kalau mau paket ayam sekitar Rp 15 ribu," ujarnya.
Mahasiswa lainnya, Rian Kurniawan (22) mengatakan, biaya nongkrong lebih mahal karena kebanyakan mahasiswa nongkrong nya di kafe-kafe mahal, tidak cukup dengan uang Rp 50 ribu.
"Kalau mau nongkrong ya kita harus punya Rp 100 ribuan, apalagi kalau bawa temen, bisa habis sampai Rp 200 ribu," katanya.
Ia mencontohkan, sekali nongkrong bisa habis Rp 100 ribu. Uang itu hanya cukup digunakan untuk membeli dua tiket bioskop dan dua gelas es kopi atau juice.
"Itu mah cuman buat nonton sama minum aja segitu, apalagi kalau dengan makan, ya segituan lah, Rp 200 ribu," pungkasnya. (Yfi)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait