Air PDAM Tak Ngocor, Dua Instansi Ini Buat Sumur Bor

JABARNEWS | MAJALENGKA - Hampir dua bulan lamanya, air yang dipasok dari PDAM tidak mengalir di dua instansi di Pemkab Majalengka dan warga di wilayah Kecamatan/Kabupaten Majalengka.
Kondisi ini tentu saja sangat meresahkan, mengesalkan dan membuat tidak betah nyaman para pegawai. Setiap kali mau buang hajat dan mau berwudlu, maka pegawai di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Radio Radika (Radio pemerintah daerah di Bawah Dinas Kominfo) ‎harus pulang dulu ke rumah.
Untuk itu, atas inisiatif kedua instansi bertetangga tersebut, maka mereka melakukan pembuatan sumur bor. Rencananya, bila sampai tidak mengocor kembali dalam waktu yang lama, maka pihaknya akan menghentikan langganan, karena sudah punya sumur bor.
Salah seorang pegawai di Disparbud, Indra membenarkan, kejadian tidak mengalirnya air dari PDAM sudah sering dirasakan. Bahkan sebelum Ramadhan, kondisi tempat wudlu dan toliet selalu kering karena tidak mendapatkan kocoran air.
"Sudah sering kang. Kami sebagai pegawai juga sudah komplen berkali-kali, tapi hingga saat ini air tidak ngocor," ungkapnya, Rabu (11/7/2018).
Hal senada diungkapkan pegawai Radika, Piping. Dikatakannya, pihaknya telah melakukan pendekatan dan menelpon pihak PDAM, namun hingga kini belum ada tindakan signifikan.
"Belum ada tindakan apapun, kalaupun ngocor, airnya sangat sedikit, salurannya seperti tersendat. Berkali-kali kami telpon, tetapi belum ada jawaban," ujarnya.
Hal ini juga dirasakan warga setempat, Nandar (40), mengatakan, bukan hanya di kantor pemerintahan saja, namun di wilayah pemukiman warga, air dari PDAM sering tidak ngocor.
"Setuju kalau beralih ke sumur bor saja," tandasnya. (Rik)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
 
 
Tags :
teu baleg

berita terkait