bjb

Akankah Dinding itu Runtuh?

BIBIR Inah tak kunjung berhenti bicara. Meletup-letup menceritakan keindahan kampung halamannya. Berulang kali ia menceritakan keseharian di desa tempat ia berasal tak membuatku bosan. Kehidupan metropolitan di ibukota menimbulkan rasa jemu pada diriku. Keseharianku berkutat pada siklus rumah, kampus, dan kembali ke rumah, dengan sedikit variasi berupa ibadah ke gereja atau belanja di mall pada akhir pekan.

“Di kampung Inah, tidak dapat Neng temukan mall. Yang kami punya adalah sawah, air terjun, dan Gunung Manglayang. Inah sehari-hari nandur di sawah, makanya kulit Inah hitam, tidak putih seperti kulit Neng Feli,”



Inah nyerocos dengan girangnya. “Kami di desa senang makan peuteuy, Neng Felic tahu peuteuy tidak?”

Aku mengerutkan alis,”Peuteuy? Aku belum pernah mendengarnya.”
Halaman selanjutnya
Tags :

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi