bjb

Strategi Komite Haji Saudi Turunkan Angka Kematian

JABARNEWS | JAKARTA - Angka kematian jemaah haji Indonesia 2018 bisa ditekan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Di samping berkat kinerja petugas haji Indonesia, ternyata Kerajaan Arab Saudi juga menerapkan strategi-strategi khusus terkait hal itu.
Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Arab Saudi untuk Asia Tenggara, Ehsan A Bouges, membeberkan, sepanjang fase wukuf dan mabit di Muzdalifah dan Mina serta melontar jumrah dan penempatan jemaah di Makkah, angka kematian jemaah haji Indonesia sejauh ini tercatat sebanyak 234 orang.
Jumlah itu, kata Ehsan, tak sampai separuh dari angka kematian tahun lalu yang mencapai 600 orang lebih.
Menurutnya, sebelum musim haji dimulai, mula-mula mereka memetakan dahulu sejumlah faktor-faktor terkait kesehatan jemaah.
"Di antaranya, jumlah jemaah Indonesia yang 60 persennya berusia di atas 60 tahun. Selain itu, berangkat juga sebanyak 147 ribu jemaah beresiko tinggi terkena penyakit di Tanah Suci. Kebiasaan-kebiasaan jemaah Indonesia juga dipetakan," ucapnya, dikutip kemenag.go.id, Jumat (7/9/2018).
Ehsan menyebutkan, dia bersama koleganya, merancang sistem pelayanan di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Makkah.
"Jadi kami melakukan restrukturisasi dan reorganisasi tahun ini belajar dari pengalaman sebelumnya," kata dia.
Ehsan memaparkan, di antara terobosan tahun ini adalah penempatan klinik yang lebih banyak dengan sistem pendingin ruangan yang lebih baik di lokasi-lokasi Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Makkah.
"Tak kalah penting, pihak Arab Saudi menerjukan 120 petugas untuk menjalankan ambulans serta menangani operasional klinik kesehatan di wilayah-wilayah tersebut. Selain itu dioperasikan 28 ambulans yang dibagi di tiga wilayah," tuturnya.
Hal itu memungkinkan penjemputan jemaah sakit di klinik-klinik yang perlu dirujuk lebih lekas. Ia juga menempatkan perwakilan-perwakilan di rumah sakit-rumah sakit untuk melekaskan pengurusan perawatan jemaah.
"Pengerahan sumber daya manusia juga disesuaikan dengan kepadatan lokasi. Pada saat wukuf, tenaga pelayanan kesehatan dikonsentrasikan di Arafah, kemudian dipindahkan ke Muzdalifah, Mina, dan Makkah berturut-turut sesuai waktu-waktu padat masing-masing lokasi," pungkas Ehsan. (Des)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi