bjb

Pasca Pemekaran, Pemohon Perbaikan E-KTP Membludak

JABARNEWS | KAB TASIKMALAYA - Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya sudah sepekan ini penuh sesak oleh warga yang ingin memperbaiki ataupun merekam E-KTP. Saking penuhnya kapasitas ruangan yang ada pun tak bisa menampung warga yang terus datang.

Membludaknya warga diketahui akibat pemekaran di kampungnya, sehingga secara otomatis semua warga harus memperbaiki dan merubah alamat di KTP elektronik mereka.

Dikutip kabarpriangan.co.id, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tasikmalaya, Nazmudin Azis membenarkan pemohon KTP elektronik membludak bahkan meningkat hampir 3 kali lipat dari situasi normal.

"Mereka ada yang mau memperbaiki data di KTP elektroniknya, seperti pindah alamat. Ada pula yang akan mencetak KTP-el untuk anggota keluarga yang baru kemarin direkam," jelas Nazmudin.

Setiap hari terjadi kenaikan pemohon hingga 300 persen dari situasi normal. Biasanya normal hanya berkisar 250 sampai 300 orang pemohon, saat ini mencapai 1.000 pemohon per hari.

Puncaknya, ratusan pemohon telah datang memadati ruang pelayanan sejak pukul 05.00 WIB, Selasa (25/9/2018) pagi. Mereka datang lebih pagi agar tidak kehabisan tiket antrian pelayanan KTP elektronik.

Ratusan masyarakat dari satu kampung di Kecamatan Ciawi datang ke Dinas dengan menyewa 12 kendaraan umum, berbondong-bondong untuk memperbaiki data kependudukannya.

Kendati kerepotan terlebih personil terbatas, namun diakui Nazmudin, ia semaksimal mungkin melayani. Bahkan jam pelayanan akan dibuka sampai petang. Sayangnya ketersediaan blanko KTP elektronik terbatas.

"Blangko dan tinta KTP kita memang terbatas. Sehingga terpaksa pinjam dulu ke Disduk lain seperti Pangandaran, Cirebon dan Indramayu," ujarnya.

Karena pemohon banyak sementara antrian dan blanko terbatas, banyak pemohon yang keesokan harinya harus balik lagi ke dinas tersebut.

Seperti Hartati (55) warga Pageningan Kecamatan Cisayong yang datang ke Dinas pukul 09.30 wib, tetapi harus kembali dengan tangan hampa karena sudah kehabisan nomor antrian.

Begitu pula dengan Harun (48) warga Rancabakung, Kecamatan Karangnunggal, mengaku kecewa sudah jauh-jauh untuk mencetak KTP anaknya, namun ternyata tidak bisa terlayani karena antrian sudah habis.

"Mau bagaimana lagi karena memang KTP diperlukan. Mungkin saya akan datang besok lebih pagi. Agar bisa mendapatkan nomor antrian," ucap Harun. (Vie)

Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi