Komunitas Rumah Bambu Banjar Ditengok Menteri LHK

JABARNEWS | BANJAR - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meninjau rumah kreatif pengembangan bambu di Dusun Cibentang, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jumat (12/10/2018). Kedatangan rombongan Menteri ini disambut Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih beserta sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Banjar.
Dalam acara tersebut, dihadiri pula Wakil Walikota Banjar terpilih, Nana Suryana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Yoyo Suharyono, Kapolres Banjar AKBP Matrius Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Reza Nurfatria, Komunitas Perajin Bambu, OKP FKPPI, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, dan masyarakat umum lainnya.
Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih mengatakan, meski Kota Banjar kecil, namun sebagai kota yang berada di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini layak dijadikan sebagai kota mutiara di Jawa Barat.
"Kota Banjar sudah lima kali meraih penghargaan Piala Adipura dan diharapkan di tahun-tahun mendatang Kota Banjar dapat meraih penghargaan Adipura Satya Lencana, sebab salah satu visi-misi Kota Banjar adalah melestarikan lingkungan hidup," ujarnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Rumah Bambu atas kreasi dan kreativitasnya dalam mendirikan rumah bambu ini. "Rencana ke depan, kita akan menjadikan Kota Banjar sebagai kota produktif bambu," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, bahwa sejak tahun 2001 dirinya sudah mulai mengikuti perkembangan Kota Banjar yang diketahui sebagai kota yang penuh inovasi yang sudah menasional.
"Sesuai arahan Presiden, sudah saatnya para Menteri dapat merangkul masyarakat di tingkat bawah untuk menyerap permasalahan-permasalahan dan memantau penyaluran bantuan-bantuan langsung kepada masyarakat, salah satunya adalah tentang fasilitas atau akses lahan Perhutani yang dapat dipergunakan oleh masyarakat dan pembangunan ekonomi kerakyatan," katanya.
Siti menambahkan, dirinya melihat banyak potensi dan prestasi positif di wilayah Priangan Timur, salah satunya adalah Kota Banjar yang harus terus dikembangkan.
Jika masih dibutuhkan untuk perluasan usaha dan pengembangan lahan, Siti mengatakan, pihaknya bisa menyumbang bibit berbagai jenis bambu sebanyak 15.000 batang pada bulan November mendatang. "Kita harapkan Kota Banjar dapat menjadi daerah yang memiliki banyak jenis bambu," pungkasnya. (Abh)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait