Oscar Lawalata Bawa Batik Dan Ikat NTT Ke UNESCO House Paris

JABARNEWS | JAKARTA - Pengrajin batik terus berkurang terlebih informasi yang diterimanya pun terbatas, padahal batik sudah diakui dunia merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.
Karenanya, merasa peduli dan ingin terus melestarikan batik, disainer Indonesia Oscar Lawalata dan Bank Mandiri bekerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN membina pengrajin batik di Jawa Timur, serta penenun di Nusa Tenggara Timur.
"Pengrajin itu sebenarnya sangat terbatas atas informasi. Lama-lama nanti bisa kalah dengan produk fashion luar kalau tidak kreatif. Pembinaan ini meliputi permodalan, pemasaran, dan kreativitas," tutur Oscar di pameran Batik for The World: Menuju Seribu Kain di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, pekan lalu, dikutip liputan6.com.
Pada pameran tersebut memperlihatkan perjalanan Oscar Lawalata Culture membina pengrajin batik Jawa Timur, yakni Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Gresik, Surabaya, juga Madura dan penghasil tenun Nusa Tenggara Timur terdiri dari Kupang, Waingapu, dan Maumere, hingga akhirnya sampai di UNESCO House di Paris, Perancis, Juni 2018 lalu.
Tak sekedar pagelaran busana dan pameran, juga dimanfaatkan untuk penggalangan dana bagi para korban gempa dan tsunami di Lombok dan Palu melalui rangkaian lelang tertutup. Ditambah penyisihan dana untuk amal atas penjualan kain-kain batik hasil binaan. (Vie)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait