aqua

Membangun Peradaban Politik Dengan Penuuh Kesantunan

JABARNEWS | SETIAP Pemerintah Daerah memiliki konsep imajiner dalam merumuskan ide dan pemikiran untuk membangun daerahnya. Semua konsep imajiner ini dalam tataran akademis sering diterjemahkan dengan visi, misi dan program. Semua tentu hal-hal ideal yang sering dijadikan bahan dagangan untuk meraih suara dan mendulang kepercayaan saat-saat indah masa kampanye.

Visi, misi dan program merupakan kosa kata yang setengah dipaksakan untuk memasuki pasar logik, meskipun dalam tataran praktik mayoritas pasar dalam mengambil keputusan politik sering kali ilogik. Lihat saja berapa persen suara yang memutuskan untuk memilih calon tertentu dilandaskan pada analisis dan nalar logik yang berbasis pada algoritma visi dan misi.



Mungkin para akademisi dan mahasiswa menuntut pagelaran politik yang dikemas dalam pentas 'Debat Calon' agar tidak seperti membeli kucing dalam karung. Dalam nalar teori, argumen tersebut tentu 1000% benar.

Tetapi jangan melupakan realitas pasar secara objektif, bahwa mereka memang suka memborong barang secara "karungan", tanpa peduli tentang isinya apakah kucing, ayam, atau musang. Satu hal yang perlu diingat bahwa keputusan politik adalah realitas praktis, bukan pragmatisme akademik yang dapat diperdebatkan.

Menyadari hal tersebut, maka pertarungan politik tumbuh subur diantara keduanya, yaitu membangun dogma-dogma irasional dengan pendekatan nalar agar tampak seperti keputusan logik. Medan pertempuran politik di kalangan elit adalah medan pertempuran tanpa sekat, baik sekat teritori atau sekat waktu.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags :

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi