Antusiasnya Ratusan Penari Se-Jabar Ikuti Pasanggiri Jaipongan

JABARNEWS | KAB. BANDUNG - Pasanggiri Seni Tari Jaipongan Sabilulungan digelar di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung. Gelaran itu diikuti 53 sanggar dan 632 penari jaipong se-Jawa Barat dengan kategori SD, SMP, dan umum.
Ketua Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, H Aten, mengatakan, para penari jaipongan ini harus bisa juga menjadi ikon pariwisata kabupaten di Jawa Barat.
"Pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan tempat-tempat wisata. Mereka para penari asli daerah setempat ini dijadikan pengisi acara hiburan yang biasa ada dalam tempat wisata," ujar Aten, saat penutupan kegiatan, Senin (21/11/2018).
Dikatakannya, dengan diberdayakan seperti itu, para pegiat seni tradisonal daerah seperti jaipongan, wayang golek, cianjuran, celempungan, dan lainnya merasa mendapat tempat dan apresiasi di tengah masyarakat dan pemerintahnya sendiri.
"Dari segi kesejahteraan pun pasti akan meningkat seiring banyaknya aktivitas komersil yang mereka jalani. Ini jelas tanggung jawab pemerintah melanjutkan kiprah para penari jaipongan ini dari sekadar seremoni pentas dan lomba-lomba yang sifatnya insidental ke karir yang lebih menjanjikan sebagai seniman," tandasnya.
Aten meyakini, ke depan jika konsep tersebut dijalankan dengan sungguh sungguh sebagai bukti upaya pemerintah memajukan warganya, maka kabupaten se-Jabar akan muncul sebagai salah satu kabupaten yang berkebudayaan. Selain itu, dapat memaksimalkan pendapatan sektor pariwisata.
"Melestarikan kesenian itu sebuah perjuangan bersama seluruh masyarakat tidak hanya pemerintah. Alangkah bagusnya jika terjadi sinergi antara kebudayaan dan pariwisata yang saling menguntungkan satu sama lain dan tak lupa ucapan selamat atas Lagu Gandrung Bandung karya cipta Agus Super yang memeriahkan pasanggiri jaipongan ini," pungkasnya. (Nto)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
teu baleg

berita terkait