Persediaan Dan Keterjangkauan Pangan Di Kota Cirebon Aman

JABARNEWS | KOTA CIREBON - Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Asep Dedi saat menghadiri Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Cirebon Semester II Tahun 2018 di Graha Bahari Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon mengatakan persediaan dan keterjangkauan pangan di Kota Cirebon tetap aman sehingga memenuhi kebutuhan warganya. Kamis (5/12/2018). 
Dedi mengatakan ketersediaan pangan terutama kebutuhan pokok di Kota Cirebon selalu terjamin sehingga tidak ada daerah yang sampai rawan pangan.
“Kalau terjadi kenaikan harga saja akan dilakukan intervensi dengan melakukan pasar murah. Hal ini untuk mendukung keberadaan pangan tetap terjangkau dan menjaga daya beli masyarakat,” ungkap Dedi.
Dedi menambahkan keadaan tersebut dijaga oleh Dewan Ketahanan Pangan yang salah satunya Bulog, BI dan lainnya.
Intervensi penting dilakukan oleh Dewan Ketahanan Pangan sehingga masyarakat tetap dapat menjangkau harga bahan pokok atau menekan inflasi.
“Karena persoalan pangan terutama bahan pokok sangat penting. Menjadi bagian yang harus dijaga sehingga masyarakat dapat membeli dan mengonsumsi makanan,” ungkap Asep.
Sementara Kepala DPPKP Kota Cirebon, Maharani Dewi mengatakan Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui DPPKP sedang mempersiapkan program perbaikan stunting.
Stunting yakni sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.
Penyebab utama stunting kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.
“Kami berupaya agar masyarakat mempersiapkan generasi muda yang sehat lahir batin. Sehingga tidak terjadi stunting tersebut,” ujar Maharani Dewi.
Selain itu DPPKP sedang menggenjot program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk meningkatkan pola pangan harapan.
Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) skor angka pola pangan harapan Kota Cirebon saat ini 80,1.
Peningkatan dapat dilakukan dengan cara KRPL dengan cara memanfaatkan lahan atau halaman menanam sayur dan umbi-umbian.
“Dengan menanam umbi-umbian atau sayuran akan meningkatkan pangan pengganti karbohidrat bagi masyarakat. Target kami hingga 85 skornya,” kata Maharani Dewi. (One)
Jabarnews | Berita Jawa Barat

Tags :
teu baleg

berita terkait