aqua

Parah, Beras BPNT Untuk Warga Miskin Di Purwakarta Diduga Dioplos

JABARNEWS | PURWAKARTA - Kualitas beras dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan untuk warga miskin di Desa Gandamekar Kecamatan Plered, diduga dioplos. Kades Gandamekar mengaku sudah banyak menerima keluhan terkait rendahnya kualitas beras tersebut.

“Untuk kiriman bulan ini memang berbeda. Warnanya kuning. Berasnya juga pecah-pecah. Setelah dimasak, rasanya juga tidak enak,” kata warga itu sambil menunjukkan butiran beras yang kuning dan pecah-pecah itu kepada newspurwakarta.com, Sabtu (8/12).



Dalam program ini, per Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan beras sebanyak 10 Kg. Beras itu, menurut warga, dihargai Rp 11.000 per Kg.

“Kalau melihat kualitas berasnya, ini beras lama. Dugaan kami ini beras oplosan. Pemasok ingin ambil untung terlalu besar. Kalau saya beli beras di Plered dengan harga Rp 11.000 per Kg sudah mendapat beras premium,” ujarnya.

Kepala Desa Gandamekar, Erwin membenarkan kejadian itu. “Memang warga mengeluhkan soal rendahnya kualitas beras itu,” katanya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags :

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi