bjb

Agar Tetap Kritik Pemerintah Soal SDGs, 20 Jurnalis Ikut Pelatihan

JABARNEWS | BOGOR - 20 jurnalis dari berbagai wilayah seperti NTB, NTT, Makassar, Bandung, Cirebon, Majalengka dan Jakarta mengikuti pelatihan workshop storytelling news on Sustaenable Development Goals (SDGs) Issues ‎yang dipusatkan di Kota Bogor, selama dua hari penuh yakni 13 dan 14 Desember 2018. 
Poin utama dalam pelatihan ini yakni agar setiap jurnalis terus berkarya dalam mengawal program SDGs sampai tahun 2030 dan mendorong pemerintah pusat dan daerah menerapkan program kelanjutan dari MDGs, yang telah selesai sejak tahun 2015.
Narasumber yang hadir yakni dua orang ahli yaitu Duta SDGs dan anggota Tim Pelaksana SDGs Bappenas, Zumrotin K. Susilo.
Narasumber lainnya dari organisasi/Institut Kapal Perempuan, Missiyah, serta akademisi dari Universitas Indonesia dan peneliti riset ketimpangan INFID dan dari pihak Anadolu Agency, Nani Afrida.
Pelatihan workshop ini kerjasama antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan International NGO Forum on Indonesian Development (Infid).
‎Sementara jurnalis yang menjadi peserta berdasarkan profosal usulan peliputan mengenai tema tersebut. Jurnalis yang hadir merupakan media cetak, elektronik televisi dan radio serta media online. Salah satunya yakni jabarnews.com hadir sebagai peserta.
"Kami mendorong supaya para jurnalis terus melakukan pengamatan, menuliskan dan mengkritik program pemerintah, tentang program SDGs. Dalam klausulnya SDGs ini mengusung 17 poin/sasaran, diantaranya tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan, tingkat kesejahteraan, dan lain-lain," ungkap, Zumrotin‎. 
‎Sementara itu, aktifis Institut Kapal Perempuan, Missiyah mengatakan program SDGs ini merupakan program lanjutan dari MDGs, mengingat MDGs terlalu kaku dan targetnya tidak tercapai pada tahun 2015 lalu.
Sejumlah faktor MDGs yang telah selesai itu, kemudian dievaluasi dan muncullah program SDGs untuk mengatasi persoalan dunia, bukan hanya di Indonesia.
"Laporan capaian ini harus dilaporkan ke PBB. Dan SDGs telah disepakati oleh sejumlah kepala negara di hampir seluruh dunia," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum AJI Indonesia yang hadir dalam kegiatan, Revolusi Reza ‎mengatakan kegiatan workshop ini merupakan salah satu bentuk untuk mengasah kemampuan jurnalis dalam hal pengetahuan, tehnik peliputan dan mempertajam isu yang sedang berkembang. (Rik)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait