bjb

Pangdam III/Siliwangi Baru Tegaskan Citarum Harum Harus Dilanjutkan

JABARNEWS | BANDUNG - Setelah satu minggu menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono meninjau kegiatan Citarum Harum Sektor I Pembibitan di Desa Kertasari dan Situ Cisanti, Jumat (14/12/2018).
Setibanya Pangdam dan rombongan disambut oleh Dansektor Pembibitan Letkol Inf Khairul Anam bersama dengan anggota lainnya. Selanjutnya, Pangdam menerima paparan singkat dari Dansektor Pembibitan tentang program dan rencana kerja yang dilakukan oleh sektor pembibitan.
Diantaranya, Dansektor memaparkan bahwa 90 % penduduk wilayah setempat bekerja sebagai petani yang ketergantungan dengan hasil pertanian. Dan tugas Satgas Citarum mempercepat pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan pengendalian DAS Citarum tentang revitalisasi dihulu sungai citarum.
Upaya yang telah dilakukan selama ini selain pembibitan dan penanaman pohon, satgas melaksanakan sosialisasi, pemberian penyuluhan-penyuluhan dan ceramah kepada masyarakat sekitar untuk memberikan pengertian dan pemahaman agar dapat merubah mindside masyarakat dari perambah hutan menjadi petani profesional.
“Saya sebagai Panglima baru tentunya saya akan orientasi dulu, karena didalam Citarum Harum ada 22 Sektor, Sehingga kita mengetahui dari tiap-tiap sektor, maka kita akan mengetahui kemampuan, peluang dan kendala ini harus kita pecahkan yang ada peluang kita harus optimalkan, sehingga dengan demikian kita bisa bekerja secara maksimal" kata Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono
Dirinya mengungkapkan saat ini baru satu sektor yang ia kunjungi, sehingga jika nanti semua sektor telah dikunjungi ia akan tahu titik berat yang harus dilakukan penekanan khusus.
“Tekad dan komitmen Gubernur Jabar dan Pangdam III/Siliwangi bahwa Citarum Harum harus dilanjutkan, karena selain ini program yang bagus yang berpihak kepada masyarakat program ini juga menunjukkan bahwa kita dimata dunia Internasional bahwa masyarakat di Indonesia ini khususnya masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang tertib dan berbudaya sehingga sungai itu bisa menjadi baik, “ jelas Pangdam.
Meskipun sektor hulu sudah ada perbaikan namun menurutnya bukan hulu saja,tapi ditengah-tengahnya hingga ke hilir juga akan diperbaiki.
"Karena kebanyakan orang membuang air itu dari perkotaan justru dihulu ini. Air dibuang menyerap ketanah sehingga hulu ini pohon-pohon yang gundul tadi harus ditumbuhkan kembali," ujarnya.
“Kita tidak bisa drastis menginginkan perubahan pada masyarakat, melalui pendekatan tokoh agama, dengan pendekatan-pendekatan budaya masyarakat sedikit demi sedikit pasti bisa, yang jelas bagaimana kita membuat suatu program tentunya yang berpihak kepada masyarakat," urainya.
Yang terpenting tambahnya menurut Pangdam setiap kegiatan yang dilakukan harus melibatkan masyarakat, mengajak masyarakat untuk bersama-sama bekerja dan sekaligus untuk memenuhi kebutuhannya, karena apabila sudah terpenuhi otomatis masyarakat membantu untuk mengamankan. (Mil)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait