bjb

Pengeroyok TNI Ngumpet di Kamar saat Massa Bakar Polsek

JABARNEWS | JAKARTA - Pelaku pengeroyokan anggota TNI AL, Agus Pryatna, mendekam di kamarnya semalaman saat massa membakar kantor Polsek Ciracas pada Selasa malam, 11 Desember 2018.
Juru parkir itu terlibat pengeroyokan terhadap anggota TNI AL Kapten Komaruddin dan anggota Paspampres Rivonanda Maulana.
Ibu Agus, Ramlah Nainggolan, mengatakan anaknya dalam keadaan aman tetapi ketakutan. "Dia ada di kamar semalam sambil menonton televisi," kata Ramlah kepada Tempo di rumahnya, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat sore, 14 Desember 2018.
Ramlah mengatakan anak sulungnya itu sempat panik lantaran yakin bakal diciduk polisi lagi.
Agus sebelumnya sempat digelandang ke Kantor Polsek Ciracas dan masuk ke sel pada sore hari setelah pertengkaran TNI dan juru parkir terjadi pada Senin, 10 Desember 2018. Agus ditangkap saat ia sedang nongkrong di pos RW kompleks perumahan Kelapa Dua Wetan.
Ramlah mendapat laporan bahwa sejumlah tetangganya melihat Agus sempat digeruduk saat penangkapan Senin sore. Namun tak jelas siapa yang menangkap Agus tersebut. Menurut Ramlah, anaknya dipukuli hingga pelipis dan punggungnya luka sebelum dicokok.
Setelah itu, pada Senin malam, 10 Desember 2018, terjadi kesepakatan damai antara kedua TNI dan para juru parkir yang bertikai.
Ramlah menunjukkan, surat kesepakatan damai tersebut diteken atas nama Komaruddin sebagai pihak pertama dan Ramlah sebagai pihak kedua pembuat pernyataan. Ramlah juga menjadi perwakilan orang tua para juru parkir.
Surat kesepakatan damai inilah yang membuat Agus cs dibebaskan dari tahanan. Maka itu, Ramlah meyakinkan Agus bahwa ia tak bakal ditangkap lagi.
Pertikaian Agus cs dan TNI bermula saat Komarudin sedang membenahi knalpot motornya di halaman parkir ruko Arundina, Ciracas. Di saat yang bersamaan, Harianto Panjairan alias Etek, kawan Agus yang juga bekerja sebagai juru parkir, tengah merapikan saf sepeda motor.
Bagian setang motor yang dirapikan Etek mengenai kepala Komaruddin hingga menimbulkan cekcok. Agus, Iwan Hutapea, dan Dipo ikut membantu Etek melawan anggota TNI itu. Pengeroyokan pun terjadi.
Meski sempat terjadi kesepakatan damai, keesokan harinya massa menyerang dan melakukan perusakan rumah orang tua Iwan Hutapea, markas Pemuda Pancasila serta Polsek Ciracas.
Polisi kembali menangkap lima juru parkir ini dan membawanya ke Polda Metro Jaya hingga kemarin, Jumat, 14 Desember. Dipo menjadi buron terakhir yang ditangkap setelah mencoba kabur ke Sukabumi. [jar]
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait