bjb

Berawal dari Passion, Capai Kepuasan Hobi Hingga Financial

JABARNEWS | BANDUNG - Menjadi pembuka jalan saat menemukan passion yang betul-betul diimpikan, menggiring pria asal Kota Bandung, Andri Kurniawan menjadi salah satu fotografer yang diperhitungkan skillnya didunia foto. Bahkan, kini ia kerap dipercaya untuk membagi ilmunya untuk beberapa workshop forografi.
Ditemui pada acara Beauty Shoot Make Up & Photography Workshop di Regata Hotel, pria yang akrab disapa Andriboot ini menceritakan bagaimana kiprahnya di dunia fotografi. Berawal dari jejaknya masuk kuliah D2 di Telkom PDC sebagai mahasiswa angkatan 2010, ia mengikuti mata kuliah fotografi. "Saat pertama saya masuk kuliah tersebut, saya seperti menemukan passion saya. Jadi saya minta ke orang tua untuk beli kamera sebagai kebutuhan matakuliah pada saat itu. Karena sebelumnya saya hanya meminjam kamera dari teman kelas saya," ungkapnya.
Namun tidak cukup sampai disitu, dirinya masih haus akan dunia foto. Hingga akhirnya mendalami bidang tersebut dengan gabung di komunitas foto. "Saat masuk di komunitas fotografi, saya merasa bisa membuat foto yang cukup banyak disukai oleh rekan-rekan fotografer lainnya maupun model. Karena dari awal saya menggeluti dunia fotografi, saya tertarik dengan manusia sebagai objek foto. Saat dari situ saya sering foto-foto dengan komunitas fotografi saya, namun hanya sebatas hobby. Tidak dibayar dan tidak dipasarkan," ujarnya.
Sampai pada akhirnya, lanjut Andri, salah satu rekannya mengatakan sampai kapan service memberikan jasa foto gratis dilakukan. Sejak saat itu, ia pun berfikir untuk memasarkan hasil karya kepada teman-teman terdekatnya seperti foto prewedding atau foto wedding maupun dokumentasi acara. "Saat itu saya merasa senang saat foto saya dibayar oleh orang lain. Karena saya senang melihat orang lain puas dengan hasil foto yg saya buat," aku pria kelahiran Pontianak, 16 April 1992 tersebut.
Saat disinggung perihal kepuasan apa yang tersebut saat menggeluti foto yakni apa yang diberikan dunia fotografi untuknya itulah anugerah terbesar. "Karena saya merasa semua hidup saya dimulai dari fotografi. Waktu saya lulus dari D2 telkom PDC, saya melanjutkan studi S1 saya di Universitas Pasundan. Dimana pada saat saya kuliah di Unpas, saya diremehkan oleh kebanyakan teman-teman saya karena jurusan saya Desain Komunikasi Visual, namun dari satu kelas itu saya sendiri yang tidak bisa menggambar. Sampai pada suatu hari saya mendengar ada salah satu teman saya yang berkata “naon si andri mah ngan bisa popotoan hungkul”! Saat itu saya sama sekali tidak merasa tersinggung, karena memang saya tidak bisa menggambar dan tidak mau bisa menggambar," paparnya menceritakan.
Hebatnya, ia tidak putus asa sampai disitu, malahan karena fotografi pula Andri diterima di program Magister Desain Institut Teknologi Bandung ITB dan masuk dalam program Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2016. Dan menjadikannya Dosen fotografi di Universitas Wanita Internasional dan di Universitas Pasundan tempat dia mendapat gelar S1. (Tri)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait