bjb

Lalu Lintas Dua Titik Di Bandung Ini Bakal Direkayasa

JABARNEWS | BANDUNG - Evaluasi lima titik jalan yang sudah direkayasa. Rupanya Pemkot Bandung melalui Dishub bersama Polrestabes Bandung, Dishub Provinsi Jabar, Polda Jabar dan beberapa dinas terkait lainnya serta software kajian lapangan, pekan depan berrencana kembali merekayasa dua titik jalan lagi guna mengurai kemacetan.
"Jadi mengevaluasi lima rekayasa yang kemarin, sama kedepan ada dua rekayasa yang mau kita lakukan," ujar Wakil Walikota Bandung Yana Mulayana usai rapat tertutup bersama para pihak tersebut di Balaikota, Jumat (11/1/2019).
Satu koridor, kata Yana, akan dibikin menjadi satu arah di Jalan Antapani tepatnya di Jalan Golf Barat dari arah Jalan Arcamanik Endah ke arah Jalan Jakarta di Puri Dago ke kiri ke jalan besar.
"Lalu puter keluar, itu relatif sudah ada yang dibelah median jadi sudah agak besar ya, memang tidak menyelesaikan di Jalan Golf Barat sampai Arcamanik Endah ya, tapi mudah-mudahan kita sudah ada upaya mengurai," tegasnya.
Kemudian nanti bergerak lagi menutup yang belok dari arah Jalan Jakarta ke jalan Purwakarta. Akan ditutup, karena menurut Yana di sana terjadi titik crossing.
"Ya itu pas pom bensin karena dari arah Arcamanik Endah ke Jalan Jakarta itu banyak crossing, sehingga di situ jadi titik macet. Jadi, relatif Jalan Subang sudah lebih cair," tandasnya.
Jalan Sulaksana pun, lanjutnya akan coba ditutup supaya dari arah BIS (Bus Internasional School) itu ke kiri kemudian di ujung yang mau naik flyover diberi kanal supaya jalur kiri tidak bisa masuk.
"Jadi kalau mau naik, harus agak jauh. Sudah di jalur kanan-lah nanti ada water barrier. Soal rambu, ya nanti kita lihat, intinya karena di situ suka naik saja ya karena dari kiri suka memaksa dan itu juga kita tutup water barrier supaya motor tidak bisa melintas," urainya.
Titik kedua yang akan direkayasa yakni di Jalan Sukajadi bunderan traffic light, tepatnya di Bank Mandiri pojok.
Menurut Yana, pada bagian tengah akan buka, arah utara dan selatan bakal seperti dulu dibuka. Sebab, memang pertimbangannya kalau armada bis manuver cukup sulit.
Hal sama dari kiri Jalan Karang Tinggal agak sulit jadi diupayakan tersebut. "Sebab, kalau sore terutama weekend ekornya itu ketemu crossing di situ dr Setiabudi KFC kiri mau ke atas jadi silang kan, mudah-mudahan ini cair macet Setiabudi cair dari bawah Cipaganti juga cair," ucapnya.
Traffic light yang dulu ada di sana dimatikan tidak akan dinyalakan lagi.
Namun nanti akan ada water barrier, sehingga kendaran yang dari arah Jalan Karang Bungur tidak bisa ke Jalan Cemara harus ke kiri ke atas, sebaliknya dari Cemara gak bisa tembus harus ke bawah terlebih dahulu.
"Itu kita mencairkan di sini karena problemnya manuver ya. Jadi, dia bisa muter itu di bawah Jalan Flamboyan ada rumah buah, turun ke bawah bisa, karenan saat pakir dengan dibuka tidak padat, dan manuver pun gak jauh," pungkasnya.
Rekayasa ini direncanakan Senin pekan depan untuk di Arcamanik sedang di Sukajadi kemungkinan Kamis sebagai uji coba mengurai kemacetan di weekend. "Upayakan e-poster juga sudah mulai beredar. Untuk barrier dari Pemprov sebanyak 60 dan Pemkot 200 barrier," jelasnya.
Selain dua titik tadi, Pemkot pun bakal merekayasa di Jalan Natuna. Di sana akan kembali buat kanal baru, itu karena hasil evaluasi berapa kali banyak pelanggaran di Jalan Natuna ke Jalan Sunda. Juga di Jalan Kartini akan diterima water barrier dan rambu pun dicabut menjadi dua arah.
Begitu pula di Jalan dr Roem akan dilakukan seperti dulu tapi biasa kendaraan parkir di halaman Disdik Jabar harus disosialisasikan terlebih dulu. Tepat di Westof bakal tutup, serta ujung jalan pun tutup agar tidak ada croosing lagi.
Sedangkan untuk di Jalan Dipenogoro, Yana kembali menyampaikan pihaknya mengupayakan bis tidak parkir namun hanya dropping saja.
"Arah Monumen Perjuangan (Monju, red) susah putar macet lagi, Cikapayang juga. Tapi intinya Dishub nanti harus tegas tidak boleh parkir hanya dropping dekat PT Pos, jalur kanan memungkinkan, di Jalan Cimanuk, tapi keluar saja jadi pas mau pulang jalan saja tidak perlu dijemput," tutupnya. (Vie)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait