bjb

Wisata Militer Di Kota Cimahi Harus Menarik

JABARNEWS | CIMAHI - Pemkot Cimahi telah meresmikan destinasi wisata bertajuk "Cimahi Military" pada 14 Desember 2018. Nantinya, destinasi tersebut dinilai dapat mendongkrak eksistensi Kota Cimahi terutama bangunan bersejarah yang kental dengan nuansa militer.
Seiring dengan kehadiran bus Saba Kota Cimahi atau Sakoci yang akan mengajak para wisatawan lokal maupun mancanegara berkeliling menelusuri beberapa titik bersejarah seperti gedung Pusat Pendidikan Militer serta bangunan bernuansa kolonial.
Salah seorang penggiat sejarah yang merupakan koordinator Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Barok menilai, selain menggarap kewisataan, Pemkot Cimahi juga harus menghadirkan keunggulan di setiap paket wisata. Misalnya, diselingi dengan kegiatan edukasi sejarah.
"Kalau keliling saja angkot juga bisa, coba lebih variatif lagi. Misalnya melihat atraksi militer atau melihat upacara pergantian unit jaga di Yon Armed," ujarnya saat ditemui Jabarnews.com di salah satu Kafe Jalan Urip, Minggu (20/01/2019).
Menurut Machmud, rencana menggarap Cimahi Military harus sudah matang mengenai tujuan destinasi yang hendak disinggahi. "Ada simulasi makan ala tentara atau latihan ringan. Intinya bagaimana wisatawan tidak bosan hanya mendengar pemandu bercerita," terangnya.
Ia berharap selain mengembangkan destinasi wisata, Pemkot Cimahi dapat segera menggarap payung hukum ikhwal bangunan Cagar Wisata melalui Peraturan Daerah (Perda) yang tak kunjung rampung.
"Proyek ini berkelanjutan, jangan sampai hanya komunitas lagi yang diandalkan untuk koordinasi dengan pihak terkait. Kalau sudah ada payung hukum kan mudah," paparnya.
Komunitas Tjimahi Heritage merupakan sub komunitas kolektif dari Jabar Heritage yang konsisten menggerakkan kesadaran terhadap sejarah, literasi, dan wisata. Biasanya setiap sebulan sekali mengadakan kegiatan "Jelajah" yakni menyinggahi beberapa tempat serta bangunan yang berkaitan dengan tempo dulu.
Saat ini, Tjimahi Heritage sedang menggarap buku berjudul "Garnisun Cimahi". Menceritakan awal mula didirikannya Garnisun atau markas besar militer di zaman kolonial Belanda. Para kontributor menggali informasi serta mendokumentasikan arsip kesejarahan dengan mendatangi saksi sejarah maupun menjelajahi tempat peninggalan di masa lampau. (Arf)
Jabarnews | Berita Jawa Barat
Tags :
properti

berita terkait