bjb

Forum Ulama dan Santri Kota Bandung Dukung Jokowi-Ma'ruf

Forum ulama dan santri Kota Bandung mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Capres Jokowi-Ma'ruf

JABARNEWS | BANDUNG - Forum ulama dan santri Kota Bandung mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 01 Joko Widodo - KH. Ma'ruf Amin. Hal tersebut disampaikan oleh Tokoh Ulama Jawa Barat, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma'arif KH. Sofyan Yahya.
"Jadi para ulama berkumpul membicarakan masalah seorang pemimpin itu seharusnya seperti apa lalu kewajiban terhadap rakyat bagaimana dan kewajiban rakyat seperti apa," ujarnya saat ditemui dalam acara deklarasi di Pondok Pesantren Cijawura, Bandung, Rabu (30/1/2019).
Setelah forum ulama melaksanakan musyawarah yang diikuti oleh sekitar 3000 ulama se-Kota Bandung di Pondok Pesantren Cijawura Bandung, sepakat mendukung kemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam Pilpres 17 April mendatang.
Lebih lanjut Sofyan menilai pasangan Ir. H. Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin merupakan perpaduan ideal pemimpin negara dan pemimpin agama.
Saat ditanyakan alasannya mendukung pasangan petahana, Sofyan mengungkapkan hal tersebut tidak lepas dari sosok Jokowi yang dianggapnya memiliki nasib baik.

"Jokowi itu nasibnya bagus, kalau nasab dan nisab kalah dengan Prabowo mereka hebat, tapi nasib kalah dengan pak Jokowi itu lah pemberian dari Allah yang ngga bisa diganggu gugat," lanjut Sofyan Yahya.
Deklarasi sendiri dilakukan bersamaan dengan Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Cijawura, Kota Bandung, yang didukung oleh tim Sahabat Rakyat Indonesia (SRI).
Dalam kesempatan yang sama Tim Sahabat Rakyat Indonesia Haeruddin Nurman menambahkan bahwa dukungan ulama se-Kota Bandung itu membuktikan bahwa Joko Widodo adalah orang baik, sekaligus meluruskan informasi hoaks yang menjatuhkan dan menghujat Presiden Joko Widodo anti ulama.
"Kita harapkan masyarakat jangan langsung percaya dengan informasi-informasi yang diterima, yang meresahkan dan menghujat Joko Widodo. Informasi bohong yang tersebar di media sosial itu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena yang menyebarkan tentu lawan politik Joko Widodo". Pungkas Haeruddin. (Mil)
Jabarnews | Berita Jawa Barat


Artikel Asli

Tags :
properti

berita terkait

10 Berita Populer