bjb

Serbuk Abate Gratis! Jangan Dibeli Jika Ada Oknum Menjual

Bubuk abate yang diperjualbelikan oknum tidak bertanggungjawab, padahal warga bisa mendapatkan secara gratis di Puskesmas dan kewilayahan, (Foto: Afr/Jabarnews).

JABARNEWS | BANDUNG - Meningkatnya jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kota Bandung belakang ini memicu kekhawatiran masyarakat. Terutama yang tinggal di wilayah dekat bantaran sungai. Jentik nyamuk mudah merebak di beberapa tempat penampungan air maupun wadah.
Pemerintah kota maupun kabupaten melalui Dinas Kesehatan didorong untuk mengedukasi warga masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Diantaranya melakukan fogging, membersihkan tempat penyimpanan air maupun sanitasi, lakukan program 3 M (menguras, mencuci, mengubur) sampai menanam bibit ikan Cupang berjenis Crowntail yang disebarkan oleh Pemkot Cimahi dengan menggangdeng komunitas.
Selain itu, pembasmian bibit nyamuk lain seperti menaburkan insektisida di tempat penampungan air dilakukan masyarakat. Insektisida atau biasa berjenis abate sebenarnya mudah didapat di puskesmas, kelurahan ataupun kecamatan secara gratis.
Namun, beberapa oknum yang mengaku sedang mengemban tugas mulai menyambangi sejumlah rumah penduduk. Tak tanggung dipatok harga hingga Rp. 30 ribu per paket (atau sekitar enam bungkus serbuk abate).
Padahal, Bubuk abate bisa didapatkan gratis di puskesmas. Pembiayaan bubuk abate sudah dianggarkan Dinas Kesehatan Jawa Barat.
Salah seorang warga di Kecamatan Cimahi Tengah Solehudin (50) mengaku, penjual abate datang ke rumah. Awalnya dua orang wanita menggunakan rompi berwarna coklat muda menjelaskan program 3M, sampai akhirnya memaksa Soleh untuk membeli paket abate.
"Biasa aja datang, menjelaskan kondisi lingkungan sedang tidak baik, lalu memaksa membeli abate seharga 5 ribu per buah," ujarnya.

Ia mengaku tidak keberatan karena sejumlah tempat penampungan air miliknya belum ditaburi serbuk penangkal bibit nyamuk. Namun, cara petugas menawarkan bubuk terbilang memaksa. 
"Iya maksa, katanya kami perwakilan dari dinas, kan kita juga nanya. Dinas yang mana?," paparnya.
Maraknya oknum tidak bertanggung jawab yang menjual bubuk abate jamak ditemukan di beberapa kecamatan Kota Cimahi karena saat ini sedang masuk musim penghujan.
Salah seorang anggota grup media sosial facebook Urang Cimahi bernama Allis Fardianty, mengunggah sebuah foto dengan membubukan keterangan bernada pemaksaan.
"DBD lagi meningkat, tukang bubuk abak-abak merajalela. Sekarang tukang abatenya ngasih kuitansi bertulis peduli lingkungan biaya 10.000 sambil memaksa, pas diberi uangnya dia ngasih bubuk abate, haduh katipu ku bubuk abate. Waspada akang teteh," ungkapnya. (Afr)
Jabarnews | Berita Jawa Barat


Artikel Asli

Tags :
properti

berita terkait

10 Berita Populer